Published On: Mon, Sep 28th, 2015

Terlanjur Jadi Pahlawan Devisa Ke Jepang, Hambat Pernikahan

dibaca 766 kali
Share This
Tags

aaaaRADIO LOMBOK FM. – Tidak biasanya puluhan warga dan tokoh masyarakat Desa Labulia Kecamatan Jonggat pada Sabtu (27/9/2015) gelar rapat di Aula Kantor Desa setempat, mendiskusikan salah seorang warga mereka yang akan menikah. Namun pada hari itu, mereka harus rapat karena ada masalah yang dinilai sangat besar yang menghalangi pernikahan tersebut. Sang pengantin wanita, harus segera berangkat ke Jepang.

Ketua Rukun Tetangga (RT) Dasan Batu Bawi Desa Labulia, Lalu Sautim pada Sabtu (27/9/2015) menuturkan, salah seorang warganya bernama Andi Zamroni yang beberapa waktu lalu hendak menikahi salah seorang warga lainya bernama Baiq Yulia Anita.”Mereka saling mencintai, namun ada masalah yang dinilai pihak keluarga perempuan masalah besar sehingga proses pernbikahan mereka harus ditunda,”ungkap Lalu Sautim memulai ceritanya kepada Lombok FM.

Sang pengantin wanita yakni Baiq Yulia Anita, harus segera berangkat ke Jepang karena visa dan sesuai kontrak kerjanya harus segera berangkat ke Jepang sebagai Tanaga Kerja Wanita (TKW) dinegara tirai bamboo tersebut.”Kalau sang pengantin wanita tidak berangkat, maka ia akan didenda senilai Rp.200 juta. Inilah yang membuat pihak keluarga wanita bersikeras menunda pernikahan mereka,”Tuturnya.

Disisi lain lanjut Lalu Sautim, sesuai dengan adat dan istiadat serta normanorma yang berlaku, pernikahan itu harus segera dilakukan dan tidak bisa ditunda lagi. Karena sang pengantin wanita sudah begitu lama berada dirumah sang pengantin laki-laki.”Namun memang, berbagai prosesi adat seperti Nyelabar dan lainya, selama ini tidak pernah mau diterima oleh pihak keluarga pengantin wanita. Ini menjadi jalan buntu,”katanya.

Untuk mengurai masalah tersebut, akhirnya pihak Bhabinkamtibmas Desa Labulia, berinisiatif mencari jalan keluarnya dengan mendiskusikan masalah tersebut di kantor desa dengan dihadiri oleh kedua belah pihak.”Kami melihat dari sisi umur, kedua insane berbeda jenis yang saling mencintai ini sudah cukup umur dan sudah bisa melakukan pernikahan,”ujar Brigadir Lalu Rahman Hakim, selaku Bhabinkamtibmas Desa Labulia.

Dengan adanya pertemuan yang dihadiri sejumlah tokoh masyarakat setempat serta kedua belah pihak keluarga penganti n itu, bisa dicari jalan terbaik demi masa depan pasangan calon pengantin yang hendak menikah tersebut.”Semoga saja dengan rapat ini, nanti ditemukan jalan keluarnya katanya. Dan maaf, rapat ini tertutup dan hanya boleh dihadiri oleh tokoh dan keluarga yangbersangkutan saja. Ini kesepakatan mereka. Hasilnya nanti kami sampaikan bila diperbolehkan,”tandas Brigadir Lalu rahman Hakim.|001|0140|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah