Published On: Tue, Aug 18th, 2015

Terkendala Kontrak Bahasa Pembangunan Mandalika Resort Molor

dibaca 1,574 kali
Share This
Tags

f- plang mandalikaRADIO LOMBOK FM – Pembangunan mega proyek Mandalika Resort oleh Indonesai Tourism Devlopment Corcopration (ITDC) terancam molor hingga tahun depan,hal tersebut dikarenakan pihak investor dari j w meriot, belum menyelesaikan kontrak kerjasama dari pembangunan Mandalika Resort .

Sungguh ironi hanya karena terkendala kontrak kerja, yang harus di rubah oleh investor dari bahasa inggris menjadi bahasa Indonesai pembangunan mega proyek pariwisata terbesar di Nusa Tenggara Barat dikawasan Mandalika Resort kecamatan Pujut Lombok Tengah yang di rencanakan akan dilakukan pada bulan agustus ini terancam molor hingga tahun depan.

pihak invertior dari j w merriot hingga saat ini masih melakukan komunikasi dengan kementrian priwisata dan maritim suberdaya untuk menyelesaikan peroses kontrak, sehingga mengandeng investor lain dari puman hotel group supaya kotrak berbentuk bahasa Indonesia itu bisa di sepakati.

kadis pariwisata mengatakan, Selian kontrak teknis pelaksaan pembangunan mega proyek mandalika resort oleh Indonesia Tourism Corporation Devlopnment [ITDC] juga msih dalam prokontra apakan langusung dipasangakan tiang pacang atau dilakukan peresmian terlebih dahulu oleh presiden joko widodo, karena dari pihak istana menginginkan pemasangan tiang pancang terlib dahulu baru di lakukan ground breaking.

‘’kemarin kami sudah bertemu dengan pihak DPD RI dan deputi Menko Prekonomian, dan disepkati pembanguan akan dilkasankan pada bulan Agustus namuan ada persoalan dengan pihak ITDC dengan Jw Meriot, kontraknya menggunkan bahasa inggris, namun di undang-undang kita harus mengunakan bahasa Indonesia,’’ ungkap fausal

Lebih lanjut fauzal mengaskan Kendati terjadi banyak kendala pembangunan Mandalika Resort dipastikan akan teralisasi, yang pertama akan di bangun sejumlah hotel-hotel besar, di kawasan pantai Tanjung Aan, dan sejumlah fasilitas lainya.

250 milyar rupiah dana segar sudah siapkan oleh pemerintah pusat melalui APBN tahun 2015 ini, namun jika kembali tertunda dan tidak dilakukan pembangunan, maka masyarakat NTB kembali harus menghela nafas panjang oleh tingkah inverstor sehingga kawasan pantai selatan dipastikan akan kembali bergejolak, karena masih terdapat 135 hektar lahan warga setempat di kawasan Mandalika Resort belum juga di bayarkan oleh pemerintah. |003|002|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah