Published On: Sat, Mar 5th, 2016

Terkait Pemecatan Siswa, Sayadi Sebut Dikpora Tak Berniat Selesaikan Masalah

dibaca 911 kali
Share This
Tags

2aRADIO LOMBOK FM, LOMBOK TIMUR – Terkait pemecatan siswa SMA Negeri 1 Keruak Kabupaten Lombok Timur beberapa hari yang lalu. Atas nama Irwan Budiana yang sekarang duduk di bangku kelas xII. Cukup mencoreng kebijakan sekolah, yang seolah-olah tidak mengikuti undang-undang mencerdaskan, justru hal itu malah sebaliknya memperkeruh regrenerasi.

“Kasian jiga siswa ini di pecat sedangkan sudah keluar kartu ujiannya”, ucap Sayadi ketua Serikat Masyarakat Selatan (SMS) kepada RADIO LOMBOK FM, Jum’at 4/3/2016.

Melihat kondisi itu Sayadi dan beberapa orang keluarga Irawan datangi kantor Dikpora, guna untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Sesampai disana, langsung di sambut oleh Kabid dikmen, dan Sayadi mengutarakan permasalahan yang sebenarnya.

Menanggapi hal tersebut pihak dikmen hanya mengatakan kepala sekolah SMA 1 Keruak sedang di luar daerah, semanjak seminggu yang lalu.
” Bagaimana mau percaya kepsek sendiri menelponnya dan berada di rumahnya, dan dikmen bilang Kepsek sedang di luar daerah”, tak habis pikir dengan pernyataan yang berbeda,ungkap Sayadi.

Dari itu ia menilai bahwa pihak dikpora tak ada niat menyelesaikan masalah ini.

Sayadi menuturkan, permasalahan anak itu di pecat karena berantem sama temannya, hingga menyebabkan temannya cacat. Namun sudah ada surat damai dari ke polisian.
“Kepseknya tau tentang perdamaian itu”, sebutnya.

Kepala Sekolah SMA 1 Keruak Ahmad Junaidi saat di komfirmasi RADIO LOMBOK FM mengatakan, sebelum pemecatan, sudah ada rapat bersama semua pihak termasuk komite, singkatnya. (007)(019)

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah