Published On: Thu, May 26th, 2016

Terganjal Ijin RIP, Pembangunan Gili Mas Ditargetkan Agustus 2016 

dibaca 1,117 kali
Share This
Tags

gili masRADIO LOMBOK FM, Lombok Barat – Rencana Pembangunan Pelabuhan Gili Mas PT Pelindo III Lembar, Lombok Barat hingga kini belum mendapatkan ijin Rencana Induk Pelabuhan (RIP) dari Kementerian Perhubungan dan Kehutanan RI. Meski begitu, Pelindo III tetap menargetkan peletakan batu pertama pelabuhan pada 17 Agustus 2016 mendatang.

Namun pihak Pelindo III Lembar dibawah komando GM Baharudin tak kehilangan semangat. Kedatangan Komisi III DPR RI dipimpin Bambang Haryo Soekartono meminta langsung dukungan Politisi Gerindra agar Pelabuhan Gili Mas di percepat prosesnya. Sebab infrastruktur tersebut sangat penting. “Terlebih lagi lahan sudah memungkinkan.” kata General Manager Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Lembar, Baharuddin, di lembar, Rabu.

Permintaan dukungan tersebut disampaikan ketika Bambang Haryo Soekartono melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan Pelabuhan Gili Mas, di Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat.

Baharuddin mengaku sudah mengajukan permohonan perizinan ke Kementerian Perhubungan sejak Januari 2015. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan. padahal, rencana induk pelabuhan (RIP) sudah ditentukan. “RIP sudah diserahkan ke Kementerian Perhubungan bersamaan dengan analisis dampak lingkungan (Amdal) ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” katanya.

Padahal di satu sisi,  Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sangat mendukung keberadaan Pelabuhan Gili Mas. Sebab akan menunjang upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan industri pariwisata.

Menurutnya, selain menunjang kegiatan bongkar muat barang difokuskan juga sebagai tempat sandar kapal pesiar yang membawa penumpang lebih dari 2.000 orang. “Selama ini, kapal-kapal pesiar yang membawa ribuan penumpang dari berbagai negara tidak bisa bersandar di Pelabuhan Lembar karena ukurannya yang relatif besar.” jelasnya.
Dikatannya, para penumpang yang sebagian besar orang lanjut usia diangkut ke daratan menggunakan sekoci. Pelindo III  telah menyiapkan lahan 100 hektare. Sekitar 60 hektare sudah dibebaskan. “Tinggal kami menunggu izin dari Kementerian Perhubungan. Jadi mohon dukungan dari anggota DPR RI,” ujar Baharuddin saat itu.

Gayung bersambut, komisi III DPR RI berjanji akan membantu memfasilitasi dengan Kementerian Perhubungan agar proyek pembangunan Pelabuhan Gili Mas segera terlaksana. Infrastruktur tersebut sangat diharapkan masyarakat NTB untuk menunjang pariwisata demi kemajuan ekonomi daerah. “Permasalahan perizinan saya akan bantu hubungi pak Jonan, untuk segera keluarkan izin karena itu untuk kebutuhan masyarakat NTB,” jelas Baharudin menirukan janji komisi III DPR RI itu. |007|029|

 

 

 

 

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah