Published On: Fri, Oct 17th, 2014

Tekan Pelanggaran Lalin, Razia Ranmor Diintensifkan

dibaca 489 kali
Share This
Tags

RADIO LOMBOK  FM 102.2RADIO LOMBOK FM|PRAYA|Jajaran Sat Lantas Polres Lombok Tengah (Loteng) terus mengintensifkan kegiatan operasi lalu lintas (lalin) diwilayah hukumnya. Langkah tersebut dilakukan guna menekan angka pelanggaran lalin yang terjadi. Termasuk juga menekan potensi terjadinya pencurian sepeda motor (curanor). Demikian disampaikan Kasat Lantas Polres Loteng, IPTU L. Ryan Aditya, kepada lombok fm, jum’at (17/10) kemarin.

Ia menjelaskan, dalam seharinya pihaknya menggelar 3 sampai 5 kali razia. Dengan lokasi kegiatan berbeda-beda. Dengan fokus utama pada wilayah Kota Praya. “Jadi kita tidak mengenal waktu, mau pagi, siang atau pun malam operasi tetap kita gelar. Karena untul razia kendaraan memang tengah diintensifkan,” terangnya.

Ryan pun mengaku cukup prihatin melihat hasil operasi. Dimana setiap kali operasi, pihaknya bisa menjaring hampir 100 kendaraan perharinya. Baik itu roda dua maupun roda empat yang kedapatan melanggar aturan berlalu lintas.Hal itu menandakan kalau kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan berlalu lintas di Loteng masih rendah. “Seharusnya dengan intensifnya razia yang digelar apararat kepolisian, angka pelanggaran terus menurun. Tapi ini justru jumlah pelanggaran lalu lintas tetap saja tinggi. Artinya, kesadaran masyarakat masih rendah,” ujarnya.

Atas dasar itulah, bagi kendaraan yang terjaring razia harus ditilang dan tahan untuk sementara waktu di kantor Sat Lantas Polres Loteng. Dengan harapan bisa memberikan efek jera kepada para pengguna kendaraan. Kalau sudah jera, nanti ketika akan menggunakan kendaraan pasti akan berpikir dua kali. Jika belum melengkapi persyaratan yang ada. Minimal menggunakan helm ketika berkendaraan

Persoalan itulah yang diakuinya, masih menjadi problem besar di Loteng. Dan, memang butuh kerja keras untuk bisa menumbuhkembangkan kesadaran keselamatan berkendaraan dikalangan masyarakat Loteng. “Ini yang memang harus terus kita genjot. Salah satunya dengan mengintensifkan razia kendaraan dijalan raya seperti sekarang ini,” timpal Ryan.

Bagi pemilik kendaraan yang terkena tilang diperbolehkan membawa pulang kendaraannya. Dengan catatan, bisa melengkapi persyaratan yang diharuskan. Seperti pengguna kaca spion, knalpot standar serta surat-surat kendaraan. Utama STNK dan SIM bagi pengendaraanya. Sehingga ketika sepeda  motor tersebut, keluar dari kantor Sat Lantas Polres Loteng sudah dalam posisi lengkap.

“Nah khusus bagi kendaraan yang tidak lengkap surat kendaraanya. Jika dalam jangka satu bulan lebih, pemiliknya tidak bisa melengkapi surat kendaraan yang dibutuhkan, maka akan dilimpahkan ke Sat Reskrim Polres Loteng,” tambahnya. Karena tidak menutup kemungkinan, kendaraan tersebut merupakan hasil kejahatan. Dan, sejauh ini sudah ada dua sepeda motor yang dilimpahkan ke Sat Reskrim. Lantaran pemiliknya tidak kunjung datang menyerahkan surat-surat kendaraannya.|01006|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah