Published On: Sun, Oct 11th, 2015

Tarian Gegeruk Tandak Tetap Dipertahankan

dibaca 963 kali
Share This
Tags

anomRADIO LOMBOK FM – Lombok Utara sebagai salah satu daerah otonomi yang baru berusia 7 tahun. Daerah ini memiliki segudang keunikan dan kelebihan dibandingkan dengan daerah lain, mulai dari pariwisata, okosistim alam yang strategis dan subur, kerukunan, keamanan masyarakat, hingga kearifan lokal yang berusia ratusan tahun yang masih lestari hingga sekarang.

Bayan, Kabupaten Lombok Utara yang merupakan daerah yang sangat bersejarah di pulau Lombok karena awal masuknya ajaran Agama Islam berada ditempat ini.

Salah satu keraifan lokal yang masih eksis dipertahankan adalah Tarian Gegeruk Tandak, yaitu tarian kesenian tradisional yang diperkirakan ada sejak abad 16 silam, dimana tarian ini dilakukan oleh komunitas adat Bayan Beleq untuk mengusir binatang buas yang akan menggangu tanaman.

Kepala Bidang Kebudayaan kantor Dikbudpora KLU, Rianom, S.Sos menceritakan, konon pada zaman dulu salah satu Penghulu Alim (tokoh agama) dapat menyamar menjadi salah satu binatang yang menyerupai Mayung Puteq (menjangan putih-red), setelah penyamaran dilakukan Mayung Puteq tersebut mengumpulkan semua binatang buas yang akan merusak tanaman masyarakat.

Setelah itu para (binatang) pun begundem (musyawarah) yang kemudian secara bersama melakukan sebuah tarian (gegeruk). Berkat kesaktian yang dimiliki penghulu alim yang sedang melakukan penyamaran, semua bitang buas dapat dipengaruhi, sehingga niat untuk merusak tanaman atau mengganggu manusia pun hilang.

Menurut Rianom, karena keampuhan tarian ini maka dijadikan salah satu seni adat atau ritual oleh komunitas adat sejak zaman dulu. Bahkan masih dilakukan dan diperagakan oleh komunitas adat khususnya yang ada dikecamatan Bayan.

Gegeruk Tandak ini biasa dilakukan pada acara atau ritual adat tertentu seperti, begawe beleq, begawe Alif, memayas, Nyunatang dan bercocok tanam pare oma atau pare rau (padi bulu) yang dilakukan pada proses penanaman dan diperagakan dengan berbalas pantun.

“Tarian atau pun kesenian adat lainnya juga sudah sering kita peragakan pada even-even penting lainnya untuk mempertahankan eksistensinya. Namun demikian secara umum kita sadari kearifan lokal yang ada di KLU keberadaanya juga sudah mulai tergeser karena perkembangan zaman. Untuk itu menjadi PR bersama antara pemerintah terkait untuk dapat menjawab persoalan ini”, tandas Rianom. |004|044|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah