Published On: Fri, Jan 16th, 2015

Tanya Jawab Seputar Dokumen Perjalanan Umroh

dibaca 1,864 kali
Share This
Tags

20140604_132218

  1. VISA UMROH adalah dokumen yang dikeluarkan oleh Pemerintahan Arab Saudi kepada seseorang untuk dapat diberikan izin masuk ke Negara Arab Saudi untuk keperluan umroh selama 30 hari.
  2. Visa Umrah dikeluarkan oleh pihak Kedutaan Besar Saudi Arabia (KBSA) di Negara Indonesia
  3. Masa berlaku visa umroh normalnya tertulis di visa itu ‘validity 30 Days’, tetapi untuk Jamaah Umroh berlaku cuma sesuai Program Paket yang diajukan ke Muassasah dari Provider Visa
  4. Muassasah ialah Penyelenggara Umroh di Saudi Arabia yang di tunjuk oleh Kementerian Haji Saudi untuk menerbitkan MOFA.
  5. MOFA (Ministry of Foreign Affairs), merupakan voucher konfirmasi dari Kementerian Haji Saudi untuk calon Jamaah Umroh, berdasarkan quota yang tersedia. Sebelum mengajukan visa ke Kedutaan Besar Saudi Arabia, setiap Jamaah mesti telah memiliki MOFA.
  6. Provider Visa mengajukan kepada Muassasah dgn memberikan data-data paspor, setelah itu Muassasah melanjuntukan ke Kementerian Haji Saudi.
  7. Provider Visa Umroh ialah Travel Agent yang telah disetujui oleh Kedutaan Besar Saudi Arabia dan Kementerian Haji Saudi untuk bekerjasama dgn Muassasah. Hanya Provider Visa sajalah yang berhak membawa MOFA dan syarat-syarat lain untuk mengajukan Visa Umroh ke Kedutaan Besar Saudi Arabia.
  8. Apakah setiap Jamaah Umroh per orangan bisa mengajukan Visa Umroh sendiri ke Kedutaan Besar Saudi Arabia? Tidak bisa, yang mengajukan Visa Umroh ke Kedutaan Besar Saudi Arabia cuma Provider Visa yang ditunjuk oleh Kedutaan Besar Saudi Arabia.
  9. Apakah Visa Umrah bisa untuk bekerja ? Visa Umrah hanya diperuntukkan bagi jamaah yang akan melaksanakan ibadah Umrah dengan rentang waktu tertentu. Pemerintah Arab Saudi menetapkan Visa 10 hari, 20 hari dan 30 hari. Setelah melewati batas yang ditentukan jama’ah harus pulang kembali ke negara asalnya, apabila batas waktu Visa Umrah telah habis. Apabila diketemukan jama’ah yang menyalahgunakan peruntukan Visa Umrah, maka akan dideportasi (dipulangkan ) oleh Pemerintah Arab Saudi.
  10. Apakah Visa Umrah bisa untuk Haji ? Secara peruntukan Visa Umrah hanya untuk Umrah. Tidak boleh untuk melaksanakan ibadah Haji. Pelanggaran terhadap hal ini akan dikenakan sanksi berat, baik kepada jama’ah yang bersangkutan maupun provider yang mengeluarkan Visa tersebut.
  11. Syarat untuk mendapatkan Visa Umroh adalah sebagai berikut :
    1. Pasport Asli yang masih berlaku minimal 7 (tujuh) bulan dari tanggal keberangkatan.
    2. Nama di pasport minimal 3 (tiga) suku kata. Misalnya : SAHARJO SARIMAN KASAN
    3. Buku Nikah dan KK Asli bagi pasangan suami istri
    4. Akte Lahir asli bagi anak dibawah usia 17 tahun dan anak perempuan hingga usia 40 tahun.
    5. Buku Kuning suntik meningitis.
    6. Tiket Asli Jakarta – Jeddah PP
    7. Bukti booking hotel dan transportasi di Arab Saudi.
    8. Pasfoto berwarna terbaru, ukuran 4 x 6 sebanyak 6 lembar, background putih, tampak wajah 80%.
    9. Kontak Person Handling atau orang yang bertanggung jawab di Arab Saudi dalam perjalanan umrah ini.
    10. Jadwal Rencana Perjalanan umrah.

12. Dimanakah kami harus suntik meningitis dan apakah meningitis itu ? Meningitis adalah Radang selaput otak. Jadi suntik meningitis adalah pencegahan untuk terjangkitnya atau terserangnya penyakit radang selaput otak bagi jamaah Umrah tersebut.
Pelaksanaan suntuk meningitis ini dilaksanakan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) atau DInas Kesehatan Kota (DKK) setempat sesuai daerah jamaah masing-masing.

13. Siapakah yang boleh mengurus Visa Umrah ? Travel atau biro perjalanan yang bisa mengurus visa umrah adalah Travel yang telah mengantongi izin Umrah dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah