Published On: Tue, Feb 28th, 2017

Sri Raibitah Kehilangan Satu Ginjalnya Di Qatar

dibaca 268 kali
Share This
Tags

a5RADIO LOMBOK FM, LOMBOK UTARA – Satu lagi kisah pilu mantan buruh migran asal Lombok Nusa Tenggara Barat. Ialah Sri Rabitah warga Desa Sesait Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara NTB kehilangan satu ginjalnya usai bekerja di Qatar. Sri menuturkan, ia pergi ke Qatar pada tahun 2014 lalu. Setelah dinyatakan lulus cek kesehatan ia dibawa ke PT. BLK-LN Falah Rima Hudaity Bersaudara untuk menjalani pelatihan, kemudian pada tanggal 27 Juni 2014 ia bersama 22 temannya diberangkatkan ke Qatar. Sesampainya di Qatar ia langsung bekerja sebagai pembantu di rumah majikanya yang bernama Madam Gada di Doha Qatar.

Selama bekerja ia mengaku selalu mendapatkan perlakuan yang kasar dari sang majikan dan jam kerjanya hampir 24 jam non stop. Enam hari bekerja, majikan perempuannya mengajak ke rumah sakit untuk memeriksakan kesehatan. Ia pun merasa heran padahal ia merasa tidak mengidap penyakit apapun. Sri mencoba memberikan penjelasan kepada majikannya bahwa kalau ia baik-baik saja, namun majikan perempunya terus memaksa membawa sri ke rumah sakit. “Setelah sampai di rumah sakit, bukannya medikal tapi malah di taruhin infus di tangan, kemudian saya nangis, kenapa saya diinfus ?, saya bertanya seperti itu, terus dokternya bilang kalau Sri Rabitah belum bisa dimedikal sekarang kondisinya masih lemah, tapi selama saya merantau saya tidak pernah di medikal seperti ini, saya bertanya seperti itu. Tidak apa-apa pokoknya Sri Rabitah tenang saja, kata dokter”, tutur Sri di Lombok Utara. Oleh petugas, Sri lalu dibawa ke sebuah ruangan yang mirip ruang operasi.

Di sana dia disuntik dan tidak sadarkan diri. Lima jam tak sadar, Sri lalu siuman dan mendapati dirinya sudah berada di atas tempat tidur. Ia kaget karena banyak selang infus yang menempel di badannya. “Semua di tubuh saya ada kabel, saya tidak tahu kabel apa, terus disana ada pemeriksa mungkin saya masih hidup atau tidak, ada di dekat saya, saya mau kencing saya bilang, tidak usa, disana kamu kencing saja sudah ada kantung kencingnya, kemudian saya lihat kantung kencing saya, penuh dengan gumpalan darah, dua kantung yang diganti penuh dengan gumpalan darah” kata Sri kepada Lombok FM di Lombok Utara (27/02/2017).

Sehari di rumah sakit, Sri langsung dipulangkan ke kantor agen di Qatar. Semenjak itulah Sri menjadi sering sakit-sakitan. Ia kerap mengalami batuk darah, kencing darah dan keluar darah dari hidung. Tidak sampai di situ, selama berada di agen, Sri mengaku kerap mendapatkan siksaan. Ia sering dipukul menggunakan balok karena dianggap berpura-pura sakit. Sri akhirnya dipulangkan ke Indonesia tanpa bayaran. Tiga tahun berselang, sakit yang diderita Sri tak kunjung sembuh. Ia kerap merasakan sakit pada bagian perut dan tidak bisa bekerja berat. “Sakitnya sakit sekali seperti ditusuk-tusuk pisau. Kalau duduk saya nggak tahan, kerja nggak bisa. Kalau saya kerja batuk darah, kencing darah. Udah berapa kali keluar masuk rumah sakit tetapi nggak ada reaksi,” kata Sri.

Sri lalu dibawa oleh keluarganya ke rumah sakit untuk melakukan rontgen. Sri baru mengetahui bahwa ia kehilangan salah satu ginjalnya saat melakukan rontgen pada 21 Februari 2017. Saat itu, dokter bertanya apakah Sri pernah menjual satu ginjalnya. “Saya berani sumpah, saya nggak pernah menjual ginjal. Saya nggak tahu kalau ginjal saya nggak ada di sini satu,” terang Sri. Dokter mengatakan bahwa Sri hanya memiliki satu ginjal. Ginjal sebelah kanan Sri tidak tampak dalam foto rontgen. Dokter juga mengatakan ada selang berisi batu yang melingkar di dalam perut Sri. “Terus ini selang sudah sejak berapa lama ada di dalam tubuh? Saya pun nggak tahu. Selang ini ada di dalam tubuh sekitar tiga tahun kata dokter. Semua selang ini berisi batu,” kata Sri menirukan. “Isinya batu, penuh dengan batu jadi perlu dibuka selangnya. Katanya kalau tidak dibuka, batu yang sebesar ini akan menambah besarnya dari selang ini. Jadi saya disuruh kurangi makan,” kata Sri melanjutkan. Saat ini, Sri tengah menunggu jadwal operasi yang rencananya akan dilakukan 2 Maret 2017 mendatang di RSUP NTB. Meski kehilangan satu ginjal, ia berharap dapat pulih kembali agar dapat mengurus anak perempuannya yang saat ini baru berusia empat bulan. |006|018|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah