Published On: Fri, Mar 3rd, 2017

Sri Rabitah Pindah Rumah Sakit Untuk Jalani Operasi

dibaca 179 kali
Share This
Tags

b10RADIO LOMBOK FM,Mataram – Sri Rabitah mantan tenaga kerja wanita (TKW) di Qatar, melaksanakan operasi pengangkatan selang yang ada di dalam tubuhnya pada 02/03/2017 di salah satu rumah sakit swasta di kota Mataram. Sedianya operasi akan dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Propinsi (RSUP) Nusa Tenggara Barat (NTB), namun karena alasan kenyamanan dan keamanan Sri dipindahkan.

Hal itu disampaikan oleh pendampingnya dari Pusat Bantuan Hukum Buruh Migran (PBHBM) Muhammad Soleh. Alasan pindahnya Sri dari RSUP NTB ke rumah sakit swasta, hanya demi kenyamanan si korban sendiri. Untuk melaksanakan operasi butuh ketenangan. Operasi berjalan selama 3 jam 45 menit. Dikatakannya juga, pasca operasi keadaan Sri Sudah mulai membaik.

“Bukan kami tidak percaya, bukan kami takut sama sipa-siapa, tetapi ini untuk kenyamanan dari korban sendiri. Jadi merasa tidak nyaman disana, karena ada beberapa kejadian beberapa oknum yang mencoba melakukan intimidasi, termasuk juga persoalan tempat yang mungkin lebih privasi”, jelas Muhammad Soleh kepada wartawan di Mataram (02/03/2017).

Soleh menganggap, apa yang terjadi pada Sri saat ini tidak terjadi begitu saja. Banyak terjadi kejanggalan-kejanggalan, mulai dari proses perekrutan, pemberangkatan, hingga pemulangannya banyak yang tidak sesuai. Kejanggalan yang dimaksud yaitu, sejak awal perekrutan sudah ada manipulasi, Sri sebenarnya alamatnya di Dusun Lokok Ara, Desa Sesait, Kecamatan Kayangan Lombok Utara tapi dalam prosesnya berubah menjadi Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat.

“Pengalaman kami selama ini sudah ada manipulasi data sejak awal, hal seperti ini akan berkontribusi kepada permasalahan berikutnya”, imbuhnya. Kejanggalan selanjutnya ia menduga Sri bersama 22 orang rekan lainnya, semula tujuannya adalah Abudabi, mulai dari proses hingga turun dari pesawat pun, Sri tetap menganggap bahwa ia akan ke Abudabi bukan ke Qatar.

Berdasarkan pengalamannya mengadvokasi buruh migran, Soleh menganggap proses perpindahan negara tujuan itu tidak mudah. Yang menjadi pertanyaanya adalah di dalam data BNP2TKI berubah menjadi Qatar. Sri bekerja di majikannya yang pertama selama satu minggu kemudian diajak oleh si majikan ke rumah sakit dengan alasan pemeriksaan kesehatan dan langsung disuruh untuk berpuasa.

Padahal jika akan ada operasi, tentu ada rekam medis, dan rontgen sebelumnya. Semua itu tidak ada dan tanpa ada pemberitahuan penyakit apa yang diidap oleh Sri. Soleh berharap kepada pemerintah, bisa menelusuri kasus ini dan menjadi pintu pembuka kasus-kasus kejahatan terhadap buruh mingran, bukan malah membuat opini yang lain, tutupnya |006|004|

 

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah