Published On: Fri, Jun 24th, 2016

Revitalisasi Pasar Tradisional Pemenang Terkendala Status Tanah

dibaca 918 kali
Share This
Tags

pasar

RADIO LOMBOK FM, Lombok Utara—Pasar tradisional pemenang, kecamatan pemenang tercatat sekian tahun belum mendapat perhatian pemerintah KLU, terbukti pasar tersebut sangat tidak layak dijadikan sebagai lokasi jual beli  barang dangangan oleh masyarakat karena kumuh dan semerawut.

Rencanannya pasar ini akan dilakukan perbaikan dalam struktur bangunannya oleh pemkab melaui Disperindagkop UMKM KLU, Dimana desain untuk revitalisasi pun sudah disiapkan sejak tahun 2014 lalu. Namun demikian mimpi untuk revitalisasi pun tak kunjung nyata.

‘’Sebenarnya kami sudah desain bentuk gambar bangunan untuk kita revitalisasi pasar Pemenang, Proposal sudah kita ajukan dan Anggaran pun sudah disiapkan oleh pusat sekitar Rp 5 miliar, namun saat ini masih terjadi persoalan dengan status tanah dari pasar tersebut yang dklaim salah satu warga setempat bernama H. Hasan, sehingga ditunda,”ungkap Kadis Perindagkop UMKM KLU Abdul Hamid kepada RADIO LOMBOK FM.

Pasar tradisional Kecamatan Pemenang, terkesan begitu kumuh, terbukti dimana lokasi tempat parkir cidomo, sepeda motor, serta roda empat masih menggunakan badan jalan umum, sehingga jalan protokol yang berada dilokasi tersebut selalu dibuat macet akibat mangkalnya cidomo, sepeda motor, dan roda empat yang mangkal, tempat berjualan para pedagang sendiri sebagian besar masih beralaskan tanah.

Dimana ketika musim penghujan kondisi pasar ini sendiri terkesan becek disejumlah titik tempat berjualan para pedagang karena tidak adanya celah air tersebut untuk mengalir. Kondisi seperti ini tentu mengundang rasa kumuh dan membuat para pengunjung dilokasi pasar tidak nyaman.

Diketahui pasar tradisional pemenang tersebut merupakan bagian dari aset Lombok Barat sebelumnya, setelah pemekaran antara Lobar dan KLU aset tersebut pun diserahkan secara resmi oleh pemerintah Lobar dengan bukti penyerahan yang masih dikantongi pemkab Lombok Utara saat ini.

pihaknya sendiri pun merasa bingung atas dasar apa warga yang bernama H. Hasan menggugat tanah tersebut dimana bukti kepemilikan berupa sertifikat maupun pipil dikatakannya tidak dimiliki oleh warga tersebut.

Melihat kondisi ini, pihaknya kata Hamid telah mengusulkan meminta kepada sekertaris daerah untuk bisa dilakukan mediasi dengan warga yang telah mengklaim tanah tersebut, agar persoalannya tidak berkepanjangan, namun demikian hingga saat ini  kata Hamid belum ada titik temu.

Pasar tradisional Kecamatan Pemenang yang terletak di Desa Pemenang Barat ini kata Hamid juga rencanannya akan dipindah ke tempat lain, melihat letak geografisnya yang sudah tidak memungkinkan juga, namun rencana ini juga tak kunjung terealisasi sampai saat ini. Pemerintah beralasan harga  tanah diwilayah pemenang sangat mahal.

‘’Kita sudah temukan lokasi yang tepat namun harga per are mau dijual Rp 100 juta,”terangnya. |005I020|

 

 

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah