Published On: Sun, Oct 18th, 2015

Rata-Rata Dewan Berpedapat Oknum Guru Cabul Dipecat

dibaca 863 kali
Share This
Tags

lombok-tengahLOMBOK TENGAH, lombokfm.com – Beragam pendapat anggota Komisi 4 DPRD Lombok Tengah terkait dengan kasus dugaan pencabulan yang dilakukan salah seorang oknum guru SD di kecamatan Pringgarata yang saat ini kasusnya sudah ditangani pihak Mapolres Lombok Tengah. Rata-rata mereka meminta agar oknum tersebut dipecat.

Salah seorang anggota dewan yang dulunya bersekolah di SD tersebut , Muhalip mengatakan, selain diproses secara pidana, ia menegaskan agar oknum guru tersebut juga diproses secara admistrasi kepegawaian.”Dengan mengsulkan yang bersangkutan untuk dipecat menjadi guru. Karena itu sudah tidak layak lagi menjadi guru, masih banyak orang lain yang antri untuk jadi guru,”tegasnya kepada Lombok FM pada Jumat (16/10) 2015.

Selain itu, pihak dinas terkait juga diminta melakukan pengawasan yang ketat lagi kepada pihak sekolah yang bersangkutan, terlebih kepala sekolahnya yang telah lalai mengawasi bwahanya dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai guru.”Keberadaan semua pelaku pendidikan diawasi lebih ketat lagi. Baik kegiatan dijam sekolah yang semestinya,”imbuhnya.

Hal yang senada juga disampaikan Ketua Komisi VI DPRD Lombok Tengah. Muhibban kepada Lombok FM. Apa yang dilakukan oleh oknum guru tersebut telah merusak marwah pendidikan di Lombok Tengah.”Untuk itu, pemecatan memang sangat pantas untuk diusulkan kepada oknum guru itu. Ini sudah keterlalun,”geramnya.

Komisi IV dalam waktu dekat lanjut Muhibban, akan berkoordinasi terkait dengan pihak Dipora untuk mencari benang merah kenapa kejadian seperti itu bisa terjadi dan seolah terus berulang di Lombok Tengah.”Bahkan bila diperlukan ada tindakan-tindakan yang terkait regulasi akan kita lakukan,”Tandasnya.

Terkait dengan hal tersebut, Ketua PGRI Lombok Tengah,HL.Dipta,Spd pada acara BINCANG LOMBOK FM tampaknya tidak setuju dengan langsung memecat oknum guru tersebut. Apalagi saat ini dengan jumlah komposisi guru yang ada, Lombok Tengah masih banyak kekerungan guru.”Apalagi kalau satu dipecat ini menambah kekrungan guru kita itu,”katanya.

Hal yang patut dilakukan sebelum berlakukan sangsi pemecatan menurut HL.Dipta, dengan melakukan pembinaan terlebih dahulu. Apalagi disebut-sebut kalau sang oknum tersebut sebenarnya mengalami sakit.”Jadi pembinanan lebih intensif khususnya kepada guru yang bersangkutan dan juga kepada guru-guru lain agar hal itu tidak terjadi lagi,”jelasnya. |001|039|.

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah