Published On: Mon, Jul 9th, 2018

Rapat Pleno Hasil Pilgub NTB Diwarnai Unjuk Rasa

dibaca 869 kali
Share This
Tags
RADIO LOMBOK FM, Mataram-Rapat Pleno terbuka terbuka KPUD NTB, Minggu (8/7) yang digelar di Lombok Raya Hotel, Mataram terkait hasil rekafitulasi pemungutan suara Pemilihan Gubernur Wakil Gubernur NTB diwarnai aksi unjukrasa ratusan massa dari Paslon nomor urut 1 Suhaili-Amin. Ratusan massa tersebut berorasi di depan pintu masuk hotel tempat dilakukannya rapat pleno.

Masa dalam tuntutannya minta KPUD NTB untuk menghentikan rapat pleno Pilkada NTB karena selama Pilkada berlangsung berbagai dugaan kecurangan dilakukan oleh salah satu Paslon yang mengklain diri sebagai pemenang berdasarkan hasil hitung cepat cuick count.

Massa pengunjuk rasa berusaha masuk ke dalam hotel dengan menaiki gerbang hotel, namun dihalau ketat oleh Polres Mataram dibac uf Brimob Polda NTB bersama TNI Korem 162 Wirabhakti. “Mohon KPU sebaiknya menghentikan rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara hasil Pemilu Gubernur NTB. Dugaan kecurangan yang dilakukan oleh pasangan Cagub nomor 3 Doktor Zulkiflimansyah-Siti Rohmi Jalilah, yang mengklaim diri sebagai pemenang Pilgub harus dituntaskan,” kata Durahman salah satu pengunjuk rasa.

Menurutnya, dugaan kecurangan tersebut terkait adanya temuan 291 formulir C1 yang dianggap bermasalah karena tidak netralnya. “Gubernur saat ini, disamping mengecam klaim kemenangan lebih awal dari pasangan Cagub nomor 3, padahal KPU sampai kini belum menetapkan pasangan Cagub terpilih,” ujarnya.

Selain itu para demonstran juga mempersoalkan lembaga survey yang tidak terdaftar di KPUD yang mengklaim kemenangan salah satu Paslon. Massa juga mempertanyakan sikap Gubernur NTB TGB M. Zainul Majdi yang mengkampanyekan Paslon Zul-Rohmi dalam posisinya yang masih menjadi gubernur. “Gubernur seharusnya berlaku netral bagi semua calon. Kami juga mempertanyakan kedatangan petugas Satpol PP Pemprov NTB di Lombok Tengah untuk menjaga surat suara. Padahal tugas utama Satpol PP hanya menegakkan Perda.

Massa meminta agar Ketua KPUD NTB bisa menemui mereka. Sayangnya permintaan pengunjukrasa tak bisa dipenuhi karena Ketua KPUD tengah memimpin rapat pleno. Selanjutnya massa membubarkan diri dan mengancam akan membawa massa lebih besar pada keesokan harinya dengan agenda penetapan pemenang Pilgub NTB.

Rapat pleno rekafitulasi penghitungan suara hasil pemilu Gubernur NTB yang dipimpin Ketua KPU NTB Lalu Aksar Anshori, dilakukan secara bergiliran dari 10 kabupaten/kota se NTB. Penyampaian rapat pleno tersebut berlangsung cukup alot sehingga memakan waktu yang cukup lama.

Rapat pleno ini menunjukan adu arguemtasi antara Bawaslu, KPU dan 3 dari 4 tim pasangan Cagub sehubungan dengan perolehan suara dan menyampaikan temuan-temuan pelanggaran yang mempengaruhi perolehan suara pasangan yang mereka jagokan. (07/016)

 

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah