Published On: Mon, Mar 6th, 2017

Rabitah Malang Masih Di Mataram Jalani Pengobatan

dibaca 151 kali
Share This
Tags

RADIO LOMBOK FM, MATARAM – Sri Rabitah kini tengah beristirahat di Panti Sosial Paramita Mataram setelah menjalani operasi pengangkatan selang yang bersarang di dalam perutnya hampir tiga tahun. Mantan tenaga kerja wanita (TKW) itu menjalani operasi pengangkatan selang di dalam perutnya di rumah sakit Bio Medika Mataram 02 Maret 2017.r2

Karena Rabitah harus tetap menjalani rawat jalan, untuk sementara Rabitah di inapkan di Panti Sosial Paramita Mataram, mengingat jarak rumah asal Rabitah di Dusun Teluk Ara, Desa Sesait, Kabupaten Lombok Utara sangat jauh dengan kota Mataram. Dan mengenai bagaimana kondisi ginjal Rabitah, pihak rumah sakit Bio Medika belum berani memberikan informasi kepada publik karena menyangkut hak privasi pasien.

Pihak rumah sakit hanya membenarkan bahwa Rabitah menjalani pengobatan di sana. “Pasien ini (Rabitah) dirawat lima hari disini dan yang lainya tidak bisa kami sebutkan penyakit apa dan tindakan apa yang dilakukan, itu dilarang kami menyampaikan keluar”, kata Direktur Rumah Sakit Bio Medika dr. Stepanus Gunawan di Mataram (06/03/2017).

Pusat Bantuan Hukum Buruh Migran (PBHBM) Muhammad Soleh mengatakan, yang patut diperhatikan untuk saat ini adalah bukan masalah ginjal itu atau tidaknya, namun kenapa Rabitah kondisinya seperti saat sekarang ini, karena inilah banyak terjadi kejanggalan dalam kasusu ini. Kejanggalan yang dimaksud yaitu, sejak awal perekrutan sudah ada manipulasi, Sri sebenarnya alamatnya di Dusun Lokok Ara, Desa Sesait, Kecamatan Kayangan Lombok Utara tapi dalam prosesnya berubah menjadi Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat.

“Pengalaman kami selama ini sudah ada manipulasi data sejak awal, hal seperti ini akan berkontribusi kepada permasalahan berikutnya”, imbuhnya. Kejanggalan selanjutnya ia menduga Sri bersama 22 orang rekan lainnya, semula tujuannya adalah Abudabi, mulai dari proses hingga turun dari pesawat pun, Sri tetap menganggap bahwa ia akan ke Abudabi bukan ke Qatar.

Berdasarkan pengalamannya mengadvokasi buruh migran, Soleh menganggap proses perpindahan negara tujuan itu tidak mudah. Yang menjadi pertanyaanya adalah di dalam data BNP2TKI berubah menjadi Qatar. Sri bekerja di majikannya yang pertama selama satu minggu kemudian diajak oleh si majikan ke rumah sakit dengan alasan pemeriksaan kesehatan dan langsung disuruh untuk berpuasa.

Padahal jika akan ada operasi, tentu ada rekam medis, dan rontgen sebelumnya. Semua itu tidak ada dan tanpa ada pemberitahuan penyakit apa yang diidap oleh Sri, Soleh berharap kepada pemerintah, bisa menelusuri kasus ini dan menjadi pintu pembuka kasus-kasus kejahatan terhadap buruh mingran, bukan malah membuat opini yang lain, tutupnya |006|005|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah