Published On: Thu, Jul 21st, 2016

PT. Tunas Jaya Sanur Bantah “Serobot” Tanah

dibaca 1,183 kali
Share This
Tags

zulfikarRADIO LOMBOK FM, Lombok Timur – Kuasa hukum PT. Tunas Jaya Sanur Ardani Zulfikar membantah tudingan Pahrudin melalui kuasa hukumnya Ida Royani yang mengatakan bahwa kliennya telah melakukan penyerobotan tanah atas milik Pahrudin yang berlokasi di Desa Seruni Mumbul Kecamatan Pringgabaya.

‘’kita klarifikasi, bahwa apa yang ditudingkan kepada klien saya PT. Tunas Jaya Sanur itu tidak benar’’, demikian diungkapkan dalam jumpa pers, Kamis 21/07/2016.

Dikatakannya, penambangan dilakukan perusahaan dilokasi tersebut sudah berjalan 3 tahun sampai sekarang, dimana mulai penambangannya pada bulan Maret tahun 2013. Kalaupun saat sekarang ada yang mengklaim bahwa tanah yang dijadikan lokasi tambang oleh perusahaan tidak menjadi maslah, asal harus tudingannya itu benar dan tidak mengada-ada.

‘’siapa saja boleh mengklaim atau menggugat bahwa lahan itu miliknya tapi harus dengan cara yang benar, bukan sengaja melakukan pemberitaan di semua media’’, jelasnya.

Lanjutnya kembali Ardani mengatakan dimana pihak perusahaan hanya memiliki MOU dengan pemilik tanah tersebut, sehingga kalau kuasa hukum Pahrudin meminta sertifikat yang perusahaan pegang, tentu pasti tidak ada.

‘’kita pihak perusahaan hanya MOU saja, jadi sertifikat tidak ada kita pegang’’, jelasnya.

Kemudian disanggah terkait bukti jual beli, tuduhan itu tidak benar pemiliknya ada bukti jual beli, namun secara penuh itu hak pemilik, jadi apakah dia mau menunjukan bukti jual beli tersebut atau tidak itu haknya.

‘’bisa saja nanti akan dikeluarkan saat diperlukan seperti saat masuk diranah sidang peradilan begitukan’’, ungkapnya.

Ditegaskan Ardani, siapapun berhak untuk mengklaim bahwa lahan itu miliknya, dan kalau memang benar penyerobotan atau penggeregahan silakan laporkan saja ke Polisi. Dan tidak perlu dengan cara-cara yang tidak benar, sehingga itu nantinya bisa merusak kondisi investasi yang kondusif.

‘’seharusnya tidak perlu lah melakukan hal-hal seperti ini, kalau memang betul ada penyerobotan silakan lapor ke polisi saja’’, tegasnya.

Akan tetapi berbicara lahan saat ini yang sedang ditambang tidak bisa dilaporkan ke Polisi sebab sertifikatnya sudah ada yang dipegang oleh Ni Wayan Ratih sebagai pemilik. Kalaupun ada sertifikat yang dipegang oleh Pahrudin dan menyebabkan sertifikat lahan itu ganda, yang seharusnya dipertanyakan itu pihak BPN, kenapa bisa mengeluarkan dua sertifikat dengan satu lahan.

‘’seharusnya kuasa hukum Pahrudin Tanya BPN kenapa sertifikat lahan tersebut ganda?’’, cetusnya.

Dengan menanyakan hal itu ke pihak BPN, makanya jangan sedikit-sedikit menuding bahwa perusahaan lakukan penyerobotan atau penggeregahan lahan, karena nantinya bisa dikategorikam ke dalam kasus pencemaran nama baik perusahaan dan bisa saja nanti perusahaan melakukan tuntutan terkait pencemaran nama baik, tutupnya.

seperti yang telah dikabarkan terdahulu bahwa PT.Tunas Jaya Sanur dikatakan telah menguasai tanah milik Pahrudin seluas 1,5 hektare yang berlokasi di desa Seruni Mumbul Sambelia dan hal itu sudah diadukan ke Polres Lombok Timur, sebagaimana dituturkan oleh Ida Rohyani selaku kuasa hukum Pahrudin. |002|036|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah