Published On: Wed, Aug 31st, 2016

Prijono: Daging Sapi Penyumbang Inflasi Tertinggi di NTB

dibaca 336 kali
Share This
Tags

BI NTBRADIO LOMBOK FM, LOMBOK UTARA–Sejumlah komoditas pangan masih menjadi pemicu inflasi. Pemicu utama laju inflasi masih berasal dari lonjakan harga bahan pangan terutama daging sapi.

Guna mencegah kondisi tersebut agar tidak berkepanjangan, saat ini pihak Bank Indonesia (BI) melakukan upaya kerjasama dengan Pemerintah daerah (Pemda) salah satunya Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Demikian dikatakan Gubernur BI perwakilan NTB Prijono kepada Radio Lombok FM saat melakukan penandatanganan kerjasama di sektor  peternakan, Selasa (30/08/2016) di Tanjung, KLU.

Ia mengatakan, pihaknya melakukan pengadaan bibit sapi untuk diberikan kepada masyarakat agar dibudidayakan. Hal tersebut merupakan upaya untuk menghindari terjadinya pasokan kekurangan daging sapi di daerah.

Warga KLU dinilai memilki semangat dan antusias yang tinggi dalam memelihara sapi. Selain itu, potensi daerah KLU dianggap bisa memicu tumbuh kembang hewan ternak tersebut menjadi lebih baik.

“Kita harus mewaspadai peningkatan inflasi dari komoditas pangan. Terutama daging sapi yang menjadi bagian pendorong inflasi terjadi, oleh karena itu kami berupaya mencegah tersebut dengan berbagai upaya saat ini,” ujarnya Selasa (30/8) saat melakukan penandatanganan kerjasama disektor peternakan di KLU kemarin.

Sementara itu, Bupati KLU Dr. H. Najmul Akhyar menyampaikan apresiasi atas kerjsaama tersebut. Ia berharap sinergitas antara pemerintah daerah dan pihak bank BI ini bisa terus berjalan dengan baik. Sebagai daerah otonom baru, KLU memiliki potensi alam yang sangat kaya.

Pemda pada tahun ini juga mulai memberikan perhatian serius kepada peternak sapi, dimana peternak yang memiliki sapi betina akan diberikan asuransi oleh pemerintah, dengan asuransi ini tentu akan menguntungkan peternak sendiri, pasalnya ketika sapi tersebut mati karena sakit dan hilang karena dicuri akan diganti oleh pihak asuransi.

Peternak hanya menyetor iuran asuransi sebesar Rp. 40.000 pertahun dengan subsidi dari pemerintah sebesar Rp 160.000 per ekor sapi betina.

‘’Kita kerjasama dengan asuransi jasindo,”Ungkap kabid peternakan DPPKKP KLU Adi Wibawa |005|027|.

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah