Published On: Wed, Dec 30th, 2015

“Praja Mulud” Puncak Acara Maulid Adat Bayan

dibaca 1,432 kali
Share This
Tags

praja muludLOMBOK UTARA, lombokfm.com – Kendati hujan lebat mengguyur Kecamatan Bayan, pada Minggu sore 27 Desember 2015, namun tidak mengurangi semangat komunitas adat mengikuti dan menyaksikan Praja Mulud sebagai puncak acara dalam prosesi maulid adat Bayan.

Dalam praja mulud ini, beberapa pemuda didandani menyerupai sepasang pengantin yang di iring dari rumah “Pembekel Beleq Bat Orong (pemangku adat dari Bayan Barat) menuju Masjid Kuno dengan membawa sajian berupa hidangan seperti nasi dan lauq pauqnya diatas ancak saji.

Praja mulud ini menggambarkan proses terjadinya perkawinan langit dan bumi, Adam dan Hawa yang di simbolkan dengan pasangan pengantin yang dilakukan oleh pranata-pranata adat Bayan.

ancak sajiSementara pengalun membawa payung Agung. Payung Agung ini hanya boleh dibawa oleh Amaq Lokaq Penguban yang dijemput oleh masyarakat Adat Bayan Barat, (Bat Orong). Payung Agung tersebut di gunakan untuk memayungi pasangan pengantin pada saat Praja Mulud dari Bayan Barat ke Masjid kuno.

Para pengiring penganten juga membawa Ancak terbuat dari bambu yang digunakan untuk mengagek.

Ancak berbentuk persegi dan di buat oleh kaum pria. Ancak ini merupakan tempat menaruh hidangan pada saat acara makan bersama di Masjid Kino oleh para pemuka Agama Adat, sedangkan untuk masyarakat adat makan bersama didalam kampu.

Setelah rombongan Praja Mulud yang sudah masuk dalam Masjid Kuno duduk dengan rapi, yang kemudian salah satu pemuka Agama mempin do’a di lanjutkan dengan makan bersama. Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur warga Adat Sasak Bayan kepada para ulama sekaligus menjadi perayaan kelahiran Nabi Muhammad. S.A.W yang di rayakan secara Adat.

Setelah acara puncak selesai, proses dilanjutkan dengan “Majang” yaitu prosesi  menghiasi Berugaq Agung dengan  dengan menggunakan kain dan dilakukan oleh kaum perempuan berdasarkan garis keturunan yaitu; di tiang sebelah tenggara oleh Melokaq Gantungan rombong, tiang tengah timur oleh Penyunat, tiang timur laut oleh Pande, tiang barat laut oleh keturunan Kyai Lebe.

Sementara untuk bisok (mencuci) berugaq Agung adalah tugas  dari dua orang laki-laki dari masyarakat adat. Hal ini di lakukan agar berugaq agung yang di gunakan sebagai tempat majang dan memblonyo  dalam keadaan bersih dan suci.

“Membelonyo” sendiri merupakan kegiatan pemberian tanda kepada masyarakat adat oleh wanita dari keturunan yang ikut dalam proses Majang tersebut. Blonyo adalah minyak yang terbuat dari kelapa “Mareng” yang dibuat oleh masyarakat Bat Orong, dimana kelapa tersebut di bawa dari masyarakat Adat Karang Bajo. 007/031

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah