Published On: Tue, Apr 11th, 2017

Peternak dan pengusaha Kambing Gedor Dispertanak Lombok Tengah

dibaca 285 kali
Share This
Tags

cc1RADIO LOMBOK FM,Lombok Tengah – Sejumlah warga yang mengatasnamakan diri mereka asosiasi pengusaha dan ternak kambing gedor operator dispertanak kabupaten Lombok Tengah, senin (10/04) hal itu dipicu Anjloknya harga kambing membuat pengusaha ternak lokal hawatir.

Warga mendesak Dinas Peternakan segera menghentikan pasokan ternak dari luar daerah yang disinyalir menjadi penyebab anjloknya harga kambing di NTB, khususnya Lombok Tengah. Suku Dinas Peternakan diminta tidak mengeluarkan lagi izin pengiriman ternak dari luar daerah. Dispertanak diberikan waktu selama dua minggu untuk mengkomunikasikan persoalan tersebut ke pemerintah provinsi, Sebab yang menjadi dasar pengiriman ternak dari luar daerah selama ini karena adanya izin yang dikeluarkan pihak provinsi.

Jika dalam dua minggu tidak ada kejelasan, mereka mengancam akan mendatangi Dispertanak Lombok Tengah dengan massa yang lebih besar. “ Kalau tidak ada jawaban dalam dua minggu, kami akan datang dengan membawa ternak masing-masing,” kata Saipul. Selain itu, Saipul juga meminta pihak Dispertanak Lombok Tengah untuk memberdayakan pengusaha maupun peternak lokal dalam berbagai program yang dijalankan. Contohnya dalam pengadaan kambing, sebaiknya menggunakan jasa pengusaha lokal. Sehingga keuntungannya bisa dinikmati masyarakat Lombok Tengah.

Sementara itu, salah seorang pengusaha kambing asal Desa Muncan kopang Lombok Tengah, Nursaman mengaku rugi dengan anjloknya harga kambing saat ini. Bagaimana tidak kata Nursaman, kambing yang dulunya bisa dijual Rp 3,5 juta, sekarang harganya bisa dibawah dua juta. Jika terus dibiarkan, para pengusaha terancam gulung tikar. “ Kalau sampai ada kambing import yang dibawa ke pasar, kami sudah sepakat untuk menjarahnya. Jadi sebelum itu terjadi, kami minta persoalan ini segera disikapi,” pintanya.

Kabid Peternakan Lombok Tengah, Azhar Sapto Utomo meminta para peternak dan pengusaha tidak berbuat anarkis dengan menjarah kambing milik pengepul yang tidak memiliki rekomendasi dari dinas. Namun yang jelas, sampai saat ini belum ada satupun izin pengiriman kambing dari luar daerah yang pernah diterbitkan Dinas Peternakan Lombok Tengah.

Pihaknya berjanji akan segera mengkomunikasikan persoalan tersebut ke Dinas Peternakan Provinsi. Begitu juga dengan pemberdayaan pengusaha ternak lokal, kedepan akan diprioritaskan. Namun perlu diketahui kata Azhar, rekanan Dispertanak dalam pengadaan ternak atau sejenisnya, tidak bisa ditentukan seenaknya.

Ada beberapa persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi, tergantung program yang dijalankan, Pihak dinas Dispertanak meminta kesabaran dari peternak, sembari pihaknya mengkomunikasikan persoalan mereka ke Provinsi Kami akan segera berkoordinasi dengan pemprov supaya persoalan ini cepat ditanggapi”. Tegasnya |003|0010|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah