Published On: Mon, Apr 25th, 2016

Petani Belajar Kenali Iklim

dibaca 392 kali
Share This
Tags

l1RADIO LOMBOK FM, Lombok Tengah – Puluhan perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gakpoktan), beberapa waktu lalu mengikuti kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) tahap 3 yang diadakan oleh Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geosfisika (BMKG) stasiun Klimatologi kelas I Kediri NTB di Desa Darek Kecamatan Praya Barat Daya.

Wakil Bupati (Wabup) Lombok Tengah, HL.Pathul Bahri, S.Ip dalam sambutanya pada acara pembukaan kegiatan tersebut menyatakan, apa yang dilakukan pemerintah pusat melalui BMKG tersebut sangat penting dan patut diberikan apresiasi. Karena dikethui dengan berubahnya iklim dan kondisi cuaca yang tidak menntu saat ini, membuat petani kebingungan.”Jadi sungguh amat penting apa yang kita kerjakan hari ini dan ini karena bentuk kepedulian terhadap masyarkat,”Katanya.

Untuk itu, bagi para peserta sangat diharapkan untuk mengikuti dengan seksama kegiatan SLI tersebut agar ilmu yang akan diberikan bisa dikuasai sebagaimana mestinya. Karena sebagai perwakilan Gapoktan, merupakan perpanjangan tangan pemerintah kemasyarakat yang paing bawah.”Karena setelah ini, peserta punya tanggung jawab untuk menyampikan ilmu tersebut ke kelompok-kelompok petani yang dikordinir,”Tukas Wabup.

Sementara itu, Kepala Wilayah Balai Besar BMKG Bali Nusra, Iwayan Suardana, ST.MM menyebutkan, pada kegiatan SLI tersebut, akan diajarkan bagaimana petani bisa mempelajari tentang ramalan cuaca. Seperti curah hujan, angin dan juga panas. Dengan begitu, petani diharapkan bisa menyesuaikan pola tanam dengan kondisi cuaca.”Kita juga akan mengajarkan kepada petani menggunakan beberapa alat sederhana BMKG,”Katanya.

Apa yang dilakukan di NTB dan khususnya di Lombok Tengah tersebut, merupakan percontohan bagi daerah lain di Indonesia karena kini telah berhasil dilakukan di NTB. Peningkatan hasil pertanian bagi petani yang telah menguasai ilmu yang disampaikan pada SLI ini, menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan.”Ini pertama di Indonesia dan menjadi percontohan dan bahkan akan dipakai oleh Wolrd Organization MKG,”Ungkap Iwayan Suardana.

Apa yang dilakukan oleh BMKG tersebut lanjutnya, merupakan bentuk realisasi Nawacita presiden RI.Ir. Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadikan Inodensia swasembada pangan. Maka pemerintah pusat melalui BMKG menggelontorkan anggaran untuk membantu para petani tersebut.”Akhirnya semoga saja apa yang akan kita lakukan ini bisa berjalan dengan baik dan kedepan petani kita di NTB ini bisa swasembada pangan,”Tutupnya.

Kepala Dinas (Kadis) Pertanian NTB, Huznul Fauzi pada kesempatan tersebut menyatakan, bila petani sudah menguasai gejala-gejala cuaca, maka ia bisa menyesuiakan varietas apa yang bisa ditanam saat ini. Misalnya seperti tahun ini, cenderung akan terjadi Lanina yakni anomaly cuaca dengan curah hujan yang lebih banyak.”Syukur kalau Lanina ini, maka semua jenis varietas tanaman bisa dikembangkan,”ungkapnya.

Berkat kegiatan ini lanjut Kadis, peningkatan hasil pertanian cukup signifikan mencapai sekitar 1,8 ton Padi Kering Giling bisa dihasilkan dalam 1 hektar lahan. Untuk itu ia mengaharpkan agar kegiatan SLI tersebut, bisa terus dikembangkan untuk para petani di seluruh NTB.”Tampaknya ini dilakukan secara bertahap oleh BMKG dan ini program yang luar bisa dari pemerintah pusat,”katanya |001|29|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah