Published On: Sun, Sep 13th, 2015

Pertandingan Sepak Bola Antar Desa Berakhir Ricuh

dibaca 1,020 kali
Share This
Tags

hmmRADIO LOMBOK FM – Pertandingan sepak bola antar desa yang digelar di Kecamatan Praya Barat pada Jumat (11/9/2015) yang digelar di Desa Banyu Urip berakhir ricuh yang akibatkan sejumlah warga terkena lemparan batu. Kericuhan dipicu akibat saling ejek antar suporter yang kalah dalam pertandingan persahabatan tersebut.

Untuk menyelesaikan peristiwa tersebut, sejumlah pihak terkait pada Sabtu (12/9/2015) berkumpul di Ruang Rapat Bareskrim Polres Lombok Tengah. Yang hadir antara lain, Kepala Desa (Kades) kedua desa yang ricuh dan sejumlah tokoh dan ditemui oleh Wakapolres Lombok Tengah, Kompol. Salehudin.

Kepala Dusun Tojang Desa Mangkung, L.Arjuna menuturkan, apa yang terjadi merupakan salah faham kedua belah pihak begitu pertandingan sepak bola tersebut berakhir. Dalam pertandingan antara tim sepak bola Mangkung dengan tim sepak bola Banyu Urip tersebut dimenangkan oleh tim dari Mangkung.”Inilah yang rupanya antar suporter terjadi kesalahfahaman yang berkahir saling lempar dengan batu,”tututurnya.

Untuk itu pihaknya berharap agar masalah tersebut, bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya agar semua pihak bisa menerima kejadian tersebut tanpa harus melebar melibatkan warga lainya. Apalagi ia sendiri lanjut L.Arjuna tidak tahu persis seperti apa peristiwa itu karena tidak ada dilokasi.”Kami berharap semua diselesaikan dengan damai karena ini hanya salah faham,”harapnya.

Sementara itu, salah seorang tokoh warga Desa Banyu Urip, H.Harpan juga sependapat, kalau apa yang terjadi itu hanya kesalahfahaman dan akan lebih baik diselesaikan dengan musyawarah. Untuk itu ia berharap agar kedua belah pihak yakni warga masyrakat yang terlibat secara langsung, perlu untuk dipertemukan untuk berdamai.”Dan saya rasa perdamaian dengan mufakat bersama yang pelu kita kedepankan,”tandasnya.

Terhadap apa yang disampaikan kedua belah pihak tersebut. Wakapolres Lombok Tengah,Kompol.Salehudin menyatakan, pihaknya dalam pertemuan itu hanya sebagai mediator. Bila masyarakat menginginkan masalah tersebut diselsaikan dengan dama melalui musyawarah, maka hal itu harus dimulai dengan tekad bulat dari masyarakat.”Kalau mau damai silahkan dimulai damai dari kedua belah pihak,”katanya.

Bila masyarakat menginginkan hal tersebut diselsaikan secara hukum, maka pihak Mapolres tegaskan hal tersebut akan diselsaikan secara hukum sesuai yang diinginkan oleh masyarakat. Untuk itu, kedua belah pihak sangat setuju agar melakukan rapat memutuskan masalah tersebut.|001|0119

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah