Published On: Thu, Oct 15th, 2015

Permainan Khas Sasak Media Pembelajaran Anak

dibaca 1,349 kali
Share This
Tags

permainan khas anakSELONG,  Lombok Fm – Cuk- cuk pe salah satu permainan khas masyarakat suku sasak. Permaianan cuk- cuk pe juga disebut permainan jumpring. Permainan ini dimaikan oleh empat orang atau lebih. Sebelum bermain, terlebih dahulu para pemain pong pempang. Siapapun yang kalah dia menjadi nungkem.

Pemenang pertama pada saaat pom pempang berhak dijadikan pemimpin permainan. Semua pemain menaruh tangan di atas punggung yang menjadi si nungkem atau si kalah.

Di jelaskan Rasyid Ridho guru pendidik yayasan Darussalam Bilakembar Lombok Timur menjelaskan “pemimpin permainan mengambil sebuah benda yang dapat digenggam, bias saja btu atau kayu. Benda tersebut mulai dikelilingkan menyentuh tangan para pemain sembari menyayikan lagu permainan cuk- cuk pe” jelasnya saat ditemui gedung yayasannya rabu 14/10/2015.

Salah seorang pemain diberikan benda yang dipegang oleh pemimpin permainan. Semua pemain menggenggam seolah mereka memegang benda yang disembunyikan sembari mengulang – ulang Lilla iya aem, aem, aem.

Si nungkem atau seseorang yang membungkukan badannya kemudian bangun menebak di mana benda tersebut digenggam. Jika si nungkem mampu menebak siapa yang menggenggam benda maka si nungkem menang dan akan digantikan oleh si penggenggam tadi.

Tapi jika si nungkem salah menebak dalam jangka 3 kali berturut – turut ia diberikan sangsi. Sangsi tersebut dimulai dengan membungkukkan kembali punggung si nungkem, kemudian para pemain mengelus punggung si nungkem dengan merefleksikan aktivitas masyarakat seperti menggiling padi secara tradisional, tujak, tempik dan ede.

Dikatakan Rasyid Ridho aktifis gerakan pemuda peduli lingkungan dan budaya mengatakan “Permainan ini memiliki filosopi dalam kehidupan. Seseorang yang menjadi si nungkem dapat di sebut seorang yang diberi tugas menyelidiki, menyidik serta membongkar kasusu kejahatan baik, mencuri, penyalahgunaan anggaran atau korupsi serta kejahatan lainya yang merugikan bangsa itu sendiri” ujar Rasyid saat ditemui di gedung yayasan yang ia kelola.

Ia juga berharap “untuk lestarinya media game permainan local ini, mestinya para pendidik juga mengembangkan permainan lokal ini sebagai media pembelajaran anak” harap Ridho . |006|016|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah