Published On: Sun, Dec 27th, 2015

Perisaian Iringi Ritual Maulid Adat Bayan

dibaca 1,177 kali
Share This
Tags

perisaianLOMBOK UTARA, lombokfm.com – Beberapa laki-laki dengan busana adat khas Bayan, tampak berjalan menuju sebuah tempat penebangan bambu tutul untuk dijadikan tiang umbul-umbul (penjor) yang akan dipasang pada setiap sudut masjid kuno Bayan.

Acara ini dikenal dengan nama pemasangan tunggul yang dipimpin oleh seorang pemangku atau Melokaq Pengauban. Ini dilakukan setelah mendapat restu dari Inan Meniq dengan menyediakan lekok buaq. Ritual ini dijadikan sebagai media betabiq (penghormatan) pada pohon bambu yang akan ditebang.

Setelah malam menjelang, diterangi bulan purnama komunitas adat Bayan mulai berdatangan memasuki masjid kuno Bayan yang berdiri disebuah bukit sambil membawa bambu dan kain sebagai umbul-umbul yang dipimpin oleh tokoh adat dan agama, mulailah mereka ngengelat yaitu mendadani ruangan masjid dengan simbol-simbol yang sarat makna filosofisnya.

Sementara didalam masjid puluhan tokoh adat dan agama memasang beberapa kain dan benang berwarna-warni sebagai langit-langit. Tidak lama kemudian, datanglah para penabuh gamelan memasuki halaman masjid kuno, sebagai pertanda acara bertarungnya dua pria menggunakan rotan (temetian) sebagai alat pemukul dan perisai yang terbuat dari kulit sapi segera dimulai. . Permainan ini biasa disebuat dengan “Perisaian”.

Perisaian merupakan sebuah acara tradisional suku Sasak yang biasa dilakukan oleh para pepadu (jawara). Namun pada mulud adat , siapa saja yang ingin bertarung diperbolehkan. Permainan yang digelar di depan masjid kuno Bayan ini tidak didasari rasa dendam, namun merupakan ritual dan sebagai hiburan mulud adat sejak berabad-abad.

Kertamalip, salah seorang tokoh adat Lombok Utara mengatakan, acara perisaian ini digelar mengingatkan umat Islam, bagaimana Nabi Muhammad Saw. menggembleng umatnya pada malam hari untuk menghadapi perang Badar dan Uhud dulu.

Seusai acara perisaian, para pemimpin adat, agama dan tokoh lainnya serta komunitas adat Bayan berkumpul di berugak agung untuk mendiskusikan segala persoalan khususnya mengenai prosesi adat dan lainnya. Dalam kegiatan ritual maulid adat, semua komunitas ikut berpartisipasi dan saling bahu membahu memberikan sesuatu sekemampuannya untuk prosesi adat. Ada yang menyumbang kambing, ayam dan lainnya untuk dipotong pada puncak acara. Maulid adat inilah sebagai wahana perekat komunitas yang ada di Kecamatan Bayan.

Seandainya ada persoalan, semuanya akan dilupakan oleh para tokoh adat baik yang berasal dari Desa Bayan, Karang Bajo, Loloan, Sukadana maupun dari desa-desa lainnya. Karena pada peringatan maulid adat ini, mereka menyatu dalam proses ritualnya. “Antar tokoh adat Karang Bajo, Bayan, Loloan maupun dari desa lainnya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan”, kata H. Amir Itrawati pada sebuah kesempatan. Dalam pelaksanaan ritual adat,lanjut H. Amir para pemangku, mak lokak.

dan tokoh adat di Bayan tidak bisa berdiri sendiri, lebih-lebih pada pelaksanaan maulid adat semua komunitas adat harus terlibat. “Dan bila ada perbedaan pendapat maka semuanya bisa diselesaikan melalui gundem (pertemuan) di Bencingah Bayan Agung”, katanya.

Satu hal yang tetap dipegang teguh oleh komunitas adat dalam melaksanakan berbagai ritual adat, yaitu ringan sama dijinjing dan berat sama dipikul. Artinya berapapun biaya proses ritual adat, bila bersama-sama akan menjadi ringan, sehingga dalam menyumbangkan sesuatu untuk kepentingan adat, mereka tidak pernah berhitung secara matematika. Dapat dikatakan bahwa maulid adat Bayan dan ritual adat lainya sebagai perekat bagi komunitas setempat. 004/026

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah