Published On: Mon, Dec 14th, 2015

Pengerjaan Bedah Rumah Mangkrak

dibaca 1,031 kali
Share This
Tags

25Lombok Timur, Lombokfm.com – Pengerjaan bedah rumah di lingkungan Pancor Lombok Timur mangkrak, pasalnya beberapa hari ini belum ada pengerjaan kembali.
Ibu Johariah salah seorang warga bermi pancor yang rumahnya kena rehab ternyata mengeluhkan akan pembangunan itu.

Bagaimana tidak ibu johariah menilai pengerjaan rumahnya setengah – setengah sehingga sampai saat ini belum rampung juga.
Ibu Johariah mengatakan,”kendati di berikan bantuan berupa bahan-bahan bangunan ini, tapi uang peribadi saya juga banyak yang terpakai”, pengakuannya kepada Lombokfm sabtu 12/12/2015 saat di temui di rumahnya.

Dalam pengerjaan rumahnya itu banyak di pakai kayu dan bata bekas, semen yang diberikan pemerintah saja tidak cukup, sehingga ia sendiri terpaksa membeli dengan uang pribadinya untuk semen tambahan, begitu juga dengan batako yang tambahannya sebanyak 500 batako.
“ semen yang di berikan kurang 2 sak, dan 500 batako saya belikan dengan uang pribadi saya karena batakonya kurang, kayu saja yang bekas di pakaikan”, paparnya.

Untuk ongkos tukang sendiri ibu johriah kembali mengeluarkan uang pribadinya, karena pembiayaan untuk tukang dari pemerintah tidak ada.

“omgkos tukag sendiri perharinya 60 ribu, kalau dikerjakan 10 hari tentunya nominal yang saya keluarkan sangat banyak, apalgi tukang saya pakai 2 orang”, paparnya.

Ia berharap agar pemerintah memberikan sebuah kejelasan kepadanya, baik dari jumlah bantuan yang di berikan dan biaya oprasional lainnya, harapnya.

Kasi pembangunan Lurah Pancor Ali Mudin saat di komfirmasi lombok fm mengatakan,” pembangunan bedah rumah itu tetap akan di selesaikan, namun mekanisme pengerjaannya bertahap, tidak serta merta langsung di berikan bahan bangunan secara langsung keseluruhannya,pengerjaan bedah rumah ini ada 3 tahap, dimana tahap pertama yang harus di selesaikan 40 persen terlebih dahulu”, ungkapnya.

Di jelaskannya anggaran pengerjaan bedah rumah tersebut dananya berasal dari ADK, dimana per rumah diperuntukan 7,5 juta namun bukan berupa uang melainkan bahan bangunan,uang yang 7,5 juta itu di berikan ke masyarakat berupa bahan bangunan, bukan berupa uang”, jelasnya.

Ali meminta agar masyarakat bersabar, karena dalam waktu dekat ini akan kembali dikerjakan, tandasnya. 007/02

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah