Published On: Mon, Feb 22nd, 2016

Pemulung Pantai Pidana, Bangga Dengan Profesinya

dibaca 1,390 kali
Share This
Tags

40RADIO LOMBOK FM, LOMBOK TIMUR- Pak Salihin (50), pantas berbangga hati meski berprofesi sebagai pemulung sampah disepanjang pantai Pidana Desa Gunung Malang Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur. Dengan pekerjaan yang masih dipandang sebelah mata, dia mampu merogoh uang merah cepekan hingga Rp.80.000 – Rp. 100.000.

Ia mengungkapkan bahwa dari hasil memungut sampah bolak balik di sepanjang pantai Pidana dia bisa menghidupi keluarganya sehari-hari dan kebutuhan lainya.

“Setiap hari bolak balik di pantai ini untuk memungut plastic dan sampah daur ulang campur, dan setiap empat hari kami jual hingga mendapat uang Rp. 300.000- Rp 400.000,” ungkapnya saat ditanya lombokfm via telephon 21/2/2016.

Setiap hari Pak Salihin harus berjibaku dengan sampah sambil menyusuri pinggir pantai. Banyaknya sampah di kawasan tersebut menjadi langganan setiap hari.

Namun dengan semangat dan kegigihan yang kuat dia mampu melakukan hal yang jarang dilakukan orang lain. Bahkan banyak dari orang lain menganggap pekerjaan ini remeh. Padahal mereka adalah pejuang lingkungan yang terus menjaga kebersihan.

Bagi Pak Salihin, pekerjaan yang telah dilakoni sejak lama, harus ditekuni dan disyukuri. Sebab dengan begitu bisa membiayai dan menutupi kebutuhan hidup.

Hal tersebut diakui salah seorang aktifis peduli sampah, Syawaluddin mengatakan “Seorang pemulung selain keuntungan bagi dirinya, namun juga untuk orang atau lingkungan. Dan terpenting, dia juga berkontribusi menjaga pantai dan laut dari sampah plastik”. Papar Syawal yang juga ketua Forum Komunikasi Bank Sampah Bintang Sejahtera NTB. |006|036|

KABAR PAGI1

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah