Published On: Fri, Jan 30th, 2015

Pembenahan Pasar Kopang dan Pembinaan Pengusaha Mebel Muncan

dibaca 1,492 kali
Share This
Tags

 

RADIO LOMBOK FM – DPRD  M Tauhid S.IP FRAKSI Gerindra berencana akan membentuk panitia khusus (Pansus) Pembenahan dan Rehab Pasar Tradisional jelojok Kecamatan Kopang yang selama ini juga sangat kumuh. Padahal PAD yang disumbangkan oleh pasar radisional tersebut sangat butuh perhatian pemerintah, “dari tahun 2004-2009 pasar itu seakan diabaikan oleh pemerintah. Padahal sudah dibahas namun hilang ditelan bumi” beber M Tauhid di kantor DPRD Loteng kemarin. Pembentukan pansus dibahas di internal dapilnya bersama rekan dewan di Dapil Kopang Janapria. Bersama dinas terkait.  Ia mengakui Aspirasi itu diserap pada saat ia turun Reses belum lama ini di sejumalah Desa di Kopang Rembiga Kecamatan kopang Loteng. Selain itu warga masih keluhkan jalan usaha tani, serta pembenahan Puskesmas Desa Kopang Rembiga yang masih tergenang air bila musim hujan tiba. Menurut  M Tauhid, dirinya mempunayi inisiatif membuat pasar ini menjadi tidak kumuh serta penataan bangunannya sangat perlu direhab total. “Ini dengan harapan nantinya pasar tradisional di kecamatan Kopang tetap tradisional, tapi tidak kumuh seperti selama ini dikeluhkan sejumlah warga Desa. Kita ingin pasar tradisional menjadi tempat belanja yang nyaman bagi warga seloteng, dengan harga kaki lima (murah). “  jelas Politisi muda tersebut. Dikatakan M Tauhid S,IP sebenarnya, sudah lama dirinya menginginkan hal ini, namun baru sekarang kita akan direspons kembali. Politisi Gerindra ini menambahkan, pasar-pasar tradisional seperti Masbagik, keru, Mantang malah sudah dibenahi oleh pemerintah sementara kopang tidak sama sekali.” Keberadaan pasar-pasar ini sangat dibutuhkan masyarakat karena jangkauannya lebih dekat dengan harga murah. Hanya, karena kurang pengelolaan, kondisinya banyak yang memprihatinkan, seperti kumuh. Ke depan, pasar tradisional lainnya, Dengan demikian, kondisinya bisa menjadi lebih nyaman. Sementara itu, Tohri, S,PDI menyoroti kelambanan kinerja pemerintah dalam mengatasi kekeringan air bersih serta irigasi serta jalan aspal sekita 3 kilo meter menuju Praya Tengah yakni jalan penghubung Kecamatan janapria- Praya Tegah, menuju Kota Praya ”Rencana pembinaan usaha kelompok masyarakat, antara lain pembinaan kelompok peternak unggas, sarana pendidikan, kesehatan. Sementara di lain tempat Lalu Supriadi S.Pdi mengakui masyarakat masih tetap mengeluhkan infrastruktur, saluran irigasi, sarana pendidikan, kesehatan dan usaha kelompok ternak serta pembinaan bagi pengrajin mebel di Desa Muncan dsb. “ ada tiga jalan desa yang sangat penting untuk diperioritas di desa Muncan.” Ujar lalu Supriadi, S,Pd.  Fraksi PPP Saharudin SH juga mengakui dari hasil reses dengan masyarakat masih mengeluhkan yakni perbaikan Rurung dan Reban (RR), “selain RR warga juga mengeluhkan kelangkaan Pupuk di beberapa desa serta masalah keamanan. “ jelas Saharadin SH.  Kedepan Saharudin berharap pupuk bagi petani sejatinya langsung diterima oleh para Petani. Mantan Kades itu menambahkan mempunyai pengalaman yang sangat menarik saat reses dengan konstetuennya. “ ada empat Desa yang dilalui jalan sekitar 17 Kilometer dilaui warga untuk menuju jalan kecamatan dari Desa Bakan. Pembangunan jalan memang sudah namun sangat perlu pemerataan “ tutup Saharudin SH. |003.023

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah