Published On: Wed, Jul 20th, 2016

Pansus DPRD KLU Pikir-Pikir Soal Penyertaan Modal Rp 45 Milar untuk PDAM

dibaca 652 kali
Share This
Tags

pdamRADIO LOMBOK FM, Lombok Utara- Sebagai penyuplai air bersih di Kabupaten Lombok Utara (KLU), PDAM Lombok Utara terus berupaya untuk memaksimalkan pelayanan. Kali ini demi kelancaran dan perluasan jaringan PDAM meminta anggaran penyertaan modal yang totalnya mencapai Rp 45 Miliar.

Hal ini terkuak dalam rapat yang diselenggarakan Panitia Khusus (Pansus) Satu Raperda Penyertaan Modal di DPRD KLU dengan Dirut PDAM KLU, Suhaily di Hotel Mina Tanjung, Selasa (19/07/2016) kemarin.

Namun demikian, pansus pun belum bisa memastikan apakah permintaan PDAM bisa direalisasikan. Sebab, anggaran itu dianggap cukup besar dan DPRD juga masih pesimis terhadap kemungkinan-kemungkinan kinerja pelayanan di masyarakat.

Oleh karena itu, sebelum membubuhkan rekomendasi setuju atau menolak, Pansus DPRD akan melakukan Uji Petik terkait pelayanan yang ada di masyarakat.

‘’Kita akan rapat intern dulu di Pansus, karena baru mendengar sepihak dari PDAM, Apakah nantinya sepakat untuk Raperda penyertaan Modal 5 tahun, kita belum tahu,” ungkap Ketua Pansus, Ikhwanudin, pada RADIO LOMBOK FM usai rapat.

Ikhwanudin mengisyaratkan, persetujuan Pansus belum bisa diambil dalam waktu dekat untuk direkomendasikan ke Pimpinan DPRD KLU.

Sebagai bahan untuk mempertajam pendapat anggota Pansus, dirinya pun tidak mempersoalkan kemungkinan dilakukannya Uji Petik guna mempertajam kajian dan telaah menyangkut usulan penyertaan modal Rp 45 miliar tersebut.

‘’Kita belum setujui. Nanti tunggu hasil Uji petik” tandas Politisi Partai Golkar ini.

Sementara itu, Sekretaris Pansus, Rinadi menegaskan dirinya mendorong agar anggota Pansus melakukan uji petik, khususnya di Gili Air.

Pasalnya, Gili Air adalah satu-satunya pulau yang tercover suplai air PDAM. Berdasarkan informasi yang beredar, bahwa di pulaU tersebut masyarakat banyak mengeluhkan kinerja dari PDAM sendiri.

‘’PDAM baru sebatas menggambarkan sisi finansial, kalau meminjam di Bank risikonya apa, dan pendanaan melalui APBD untung ruginya bagaimana. Tetapi kita belum mau percaya begitu saja,” tuturnya.

Ditambahkan Politisi Partai Demokrat ini, seluruh anggota Pansus harus mempunyai gambaran menyangkut tarif PDAM di lapangan, keluhan pelayanan, konsistensi layanan, hingga kualitas air yang diterima masyarakat.

Menurutnya, suplai air ke 3 Gili bukan pekerjaan mudah terlebih mesti mengalirkan pipa bawah laut penuh risiko khususnya ancaman arus laut.

‘’Kita tidak ingin, begitu dianggarkan dan dikerjakan timbul masalah lagi seperti pipa hanyut, Intinya kita tidak mau bekerja dua kali,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur PDAM KLU, Suhaily mengaku, pihaknya sangat berharap adanya dukungan dana penyertaan modal dari APBD.

PDAM dalam hal ini defisit anggaran sebesar Rp 209,1 miliar untuk penganggaran 5 tahun ke depan (2016 – 2020). Total anggaran itu di bagi dengan BWS NT1, BWS NT2,  Satker PK PAM NTB, PU KLU dan PDAM KLU. Khusus untuk PDAM sendiri, memperoleh jatah beban anggaran sebesar Rp 45 miliar yang harus dipenuhi dalam 5 tahun ke depan.

Rinciannya, (berturut – turut dari 2016 hingga 2020) Rp 10 miliar, Rp 7,5 miliar, Rp 7 miliar, Rp 6,5 miliar dan Rp 6 miliar.

Dalam proses penganggaran di DPRD, pihaknya menginginkan agar usulan dilakukan sekali dengan komitmen dituangkan ke dalam Perda Penyertaan Modal (PDAM dan Bank NTB).

‘’Rp 45 miliar itu termasuk akumulasi anggaran yang sudah kita terima tahun-tahun sebelumnya sebesar Rp 12 miliar. Sekarang kita ajukan sekali untuk 5 tahun ke depan karena perluasan jaringan sangat mendesak,” katanya.

Dijelaskannya, layanan yang diprioritaskan mencakup pemasangan pipa dari sumber air Sekeper untuk pelanggan di Kecamatan Gangga dan Kayangan.

Selain itu, pemasangan pipa mata air Mursemalang untuk konsumen Bayan dan Kayangan .  Dari perencanaan yang dilakukan, dua sumber air tersebut ditargetkan akan menambah pelanggan sebanyak 11.000 KK sehingga menambah jumlah pelanggan menjadi 27.000 KK.

Estimasi cakupan yang terlayani akan mencapai 189.000 jiwa jika setiap pelanggan rumah tangga dikonversikan dengan 5 orang.

‘’Sedangkan untuk melayani 3 Gili, kita upayakan sambungannya dari mata air Bentek dan Jongplangka,” pungkasnya.(005|006).

 

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah