Published On: Mon, Mar 7th, 2016

NTB Jadi Sentra Pengembangan Ternak Rakyat

dibaca 1,666 kali
Share This
Tags

a7RADIO LOMBOK FM,Lombok Barat – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dipercaya pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) RI untuk dijadikan sebagai pusat pengembangan sentra peternakan rakyat (SPR)tahun 2016. Pilihan pemerintah pusat dinilai sangat tepat, mengingat NTB selama ini dikenal sebagai lokasi pengembangan ternak khususnya sapi melalui gerakan pemprov. NTB yakni Bumi Sejuta Sapi (BSS).

Pemerintah pusat melalui Kementrian mempercayakan Fakultas Peternakan Universitas Mataram (Unram) untuk mengembangkannya melalui dana pendampingan ternak sapi senilai Rp. 7, 2 milyar.

“Pendampingan sentra peternakan rakyat (SPR) untuk ternak sapi ini berbasis kawasan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak kecil,” kata Dekan Fakultas Peternakan, Universitas Mataram (Unram), Dr. Masykur Moehib kepada sejumlah media di Mataram, Jum’at (4/3) lalu.

Dalam program pendampingan bagi peternak ini, kata Masykur, Fakultas Peternakan Unram telah menunjuk tiga kabupaten sebagai uji coba atau pillot projek SPR yang berbasis kawasan peningkatan kesejahteraan peternak kecil, yakni di Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur, Moyo Hilir, Sumbawa Besar dan Doroncanga di Kabupaten Dompu.

Setiap kabupaten yang dipusatkan sebagai pilot projek program pendampingan SPR ini minimal dalam satu kawasan itu memiliki 1.000 ekor induk sapi. Para peternak sapi ini tidak hanya diajarkan merawat sapi, tapi juga bagi keluarga peternak ini akan diajarkan dan didampingi cara berbisnis. Sehingga keluarga peternak sapi ini tidak hanya mengandalkan hasil peternakan sapi saja, melainkan ada sisi usaha sampingan untuk menambah pendapatan keluarga.

“Pendampingan sentra peternakan rakyat ini berlangsung selama empat tahun sejak 2016. Pertengahan Maret sudah bisa action, karena tim manager sudah selesai melakukan identifikasi persoalan yang akan diberikan solusinya,” jelas Masykur.

Dikatakan Masykur, selama pendampingan oleh dosen Fakultas Peternakan Unram, tiga kelompok ternak yang tersebar di tiga kabupaten yang menjadi percontohan itu, akan mendapatkan bantuan pakan, obatan ternak, pendampingan termasuk modal usaha bagi keluarga peternak sapi. Pendampingan usaha atau bisnis yang diberikan kepada keluarga peternak atau peternak itu sendiri, harus sesuai dengan potensi atau kearifan lokal yang bisa dikembangkan bernilai ekonomi.

Dengan demikian, kata Masykur, para peternak ini tidak hanya mengandalkan sapi mereka saja, melainkan ada usaha sampingan yang bisa diandalkan untuk mencukup kebutuhan sehari-hari. Sehingga, populasi sapi bisa berjalan sukses, dan indukan sapi dan pejantan yang bagus itu tidak di potong sembarangan.

“Setiap kelompok mendapat support bantuan dana itu sebesar Rp2,4 miliar. Harapannya peternak sapi ini memiliki usaha sampingan diluar beternak sapi,”ujar Masykur.|010|17|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah