Published On: Sun, Oct 20th, 2013

Menjamur! Geliat Bisnis Karaoke Para Selebriti

dibaca 1,090 kali
Share This
Tags
Menjamur! Geliat Bisnis Karaoke Para Selebriti

Menjamur! Geliat Bisnis Karaoke Para Selebriti

Kapanlagi.com – Disadari atau tidak, membangun bisnis yang masih berkaitan dengan latar belakang mampu menghasilkan sesuatu. Bahkan kadang di luar perkiraan. Ya, karaoke merupakan bisnis yang belakangan ini digandrungi penyanyi tanah air. Sebut saja Inul DaratistaRossaMaia Estianty danAnang HermansyahInul pun telah merasakan keuntungan dari bisnis ini. Bahkan pedangdut yang dikenal dengan goyang ngebornya tersebut mampu membuka ribuan outlet karaoke di seluruh Indonesia. Nama besar sebagai penyanyi terkenal sepertinya menjadi magnet bagi masyarakat untuk datang ke karaoke milik istri Adam Susesno ini. Selain tentu, dana untuk bergelut di bisnis ini juga tidak sedikit. Namun walau bisnis tersebut membutuhkan biaya mahal tetapi masih dijadikan proyeksi para artis sebagai ladang pendapatan lain di luar bidang entertain. Apakah demikian? Atau ada hal lain? Pengamat musik Bens Leo mengatakan bisnis karaoke yang digeluti penyanyi atau musisi sebenarnya tak lepas dari profesi mereka sendiri. Hal ini karena masa depan bisnis dengan latar belakang yang sama menjanjikan di masa depan. Bahkan jika dikelola dengan baik maka bisnis tersebut bakal menggurita.

“Tetap aja ini bagian dari kegiatan di samping musik walau merupakan bisnis. Apalagi misalnya sukses dengan Inul Vista maka ini jadi prospek bagus. Apalagi lagu yang mereka nyanyikan juga ada di sana. Saya peroleh informasi ada ribuan milik Inul. Jadi ini merupakan bisnis Inul yang besar. Bisa dibilang nyanyi dan bisnis karaoke sukses. Sebab karaoke merupakan tempat penyanyi untuk membantu orang lain seperti royalti untuk pencipta lagu. Walau KCI berseteru tapi akhirnya disepakti ada pembayaran lebih besar,” tuturnya. Langkah sukses ini diam-diam dipelajari Rossa. Perempuan yang disapa Oca pun akhirnya mengikuti jejak Inul membuka karaoke di beberapa titik di Jakarta. “Bahkan saya melihat karaoke Rossa juga baik, karena di Jakarta saja lebih kurang lima lokasi. Malah jadi pertanyaan, Rossa bisa bikin karaoke di antara sempat waktu kegiatan,” katanya, Senin (30/9).

Diakui ketertarikan penyanyi atau musisi pada bidang tersebut karena mencari keuntungan. Apalagi dengan latar belakang yang sama, yakni musik, maka kerugian dapat diminimalisir. “Saya kira sama mencari keuntungan orang berbisnis karaoke. Kayaknya gak mau kerugian besar. Karena itu mereka melakukan riset, misalnya nyanyi lalu bisnis. Itu dilakukan Rossa karena pasti waktunya bakal tersita dengan promo dan lain-lain,” ucap Bens. Kendati begitu sebenarnya mereka yang berbisnis karaoke juga bukan sekedar aji mumpung. Sebab ada hal yang perlu dipertimbangkan matang. Apalagi bisnis bidang ini bukan bisnis murah. “Di sini butuh modal dan kesempatan. Kalau gak punya modal besar gak bisa sewa lokasi di mal, itu mahal. Makanya untuk melakukan bisnis ini terlebih dulu riset. Saya kira karaoke penyanyi yang sukses selain Inul, ya Rossa,” ujarnya.

Penilaian sukses Bens sendiri bukan tanpa alasan. Pasalnya karaoke yang dibuka di sejumlah tempat sampai sekarang belum pernah dikabarkan tutup. “Suksesnya saya lihat indikator sudah beberapa tahun dibuka dan gak tutup. Bahkan Rossa punya cara jitu untuk mempromosikan, yaitu saat dia bernyanyi. Jadi dia salah satu bisnis women. Apalagi dia penyanyi yang sukses di Malaysia. Dan dulu rencana mau buka juga di sana. Saya gak tahu sudah dibuka atau belum. Namun peluang bisnis ini sangat bagus untuk penyanyi,” urainya.

Dalam menjalankan bisnis karaoke sendiri, ia menambahkan tak jauh berbeda dengan memanagemeni nyanyi. Bahkan cenderung terdapat kesamaan. “Yang bikin beda, ini bukan untuk mereka secara live tapi ini rekaman gambar dengan minus one. Gambarnya juga bisa siapa aja, sementara kalau penyanyi kan menghibur langsung. Untuk kesamaan ya sama-sama musik. Tinggal bagaimana kerjasama dengan manajemen karaoke. Karena bisnis ini gak mudah. Semisal Inul yang pernah kesandung masalah dengan KCI,” terang Bens. Bahkan dengan bisnis ini dapat membantu pencipta lagu. “Dengan karaoke maka pencipta dapat royalti dan musisi juga hidup. Hal ini mungkin telah dipertimbangkan Rossa sebelum masuk bisnis karaoke,” sambungnya. Lantas apakah bisnis karaoke dapat menjanjikan di masa depan terutama bagi penyanyi atau musisi, Bens mengaku tidak tahu. Sebab untuk menekuni bisnis diperlukan biaya yang tidak sedikit serta memiliki link pihak kuat untuk diajak bekerjasama. “Saya gak tahu siapa yang interest. Sebab perlu biaya yang tinggi dan konsentrasi penuh. Saya melihat artis solois kaya RossaInul dan Agnes. Tapi Agnes gak interest ke sini melainkan go internasional. Sedangkan yang lain berat karena soal pendanaan. Apalagi kalau gak punya link kerjasama karaoke maka berat sekali,” jelasnya.

Sementara itu pengamat pemasaran dan Managing Director Inventure Yuswohady menilai bisnis karaoke sebenarnya berkembang pesat sejak lima tahun belakangan. Apalagi langkah Inul diikuti sejumlah musisi lainnya. Namun yang perlu diperhatikan adalah konsentrasi dalam menjalani bisnis ini. Jika tidak dipastikan mengalami kegagalan. “Kalau tentang usaha karaoke sendiri sebenarnya sudah 5 tahun belakangan ini sanagat maju perkembangannya. Dan dalam 5 tahun belakangan setelah Inul, artis-artis lain mulai mengikuti. Namun saya melihat kalau Inul itu sepertinya sangat fokus dengan apa yang dibangunnya. Sebab banyak juga artis lain yang buka namun gak berapa lama kemudian malah tutup usaha karaokenya,” tuturnya, Senin (30/9). Di sisi lain, walau sudah berkembang selama lima tahun tetapi mereka masih berkonsentrasi pada pengunjung keluarga. Karena itu dibutuhkan terobosan baru agar kian bervariasi agar tak terjadi kebosanan. “Saat ini kan kalau di bilang perkembangan sudah 5 tahun ya. Jadi yang harus diperhatikan adalah adanya satu diferensiasi bagi Artis yang menggeluti bisnis ini. Kan, rata-rata masih general, umum saja. Semua berkutat pada karaoke yang ditujukan untuk family,” jelas Yuswo.

 

Karena itu bagi penyanyi atau musisi harus mengerti dan memahami bisnis ini. Apalagi nama mereka cukup menjual jika dijadikan ajang promosi sehingga menguntungkan. Berbeda jika pebisnis karaoke ini bukan kalangan selebritas. “Buat siapapun yang mengelola bisnis ini harus mengerti pemahaman dan seluk beluknya. Kalau buat artis atau penyanyi yang menggeluti bisnis ini, saya rasa tepat sebab mereka dapat memanfaatkan selain ketenaran mereka value akan akan keahlian mereka pun dapat mereka tawarkan di bisnis karaoke ini dan menurut saya itu sangat nyambung dan berhubungan,” katanya. Bisnis karaoke sendiri di mata Yuswo masih menjanjikan. Sebab kebutuhan untuk menghilangkan kepenatan setelah melakukan kegiatan seharian cukup tinggi terutama bagi kalangan menengah. Tetapi dibutuhkan ide segar dalam bisnis ini. Sehingga tercipta keberagaman pilihan. “Untuk kelas menengah sendiri sebenarnya sangat butuh ya. Sebab kalau kelas menengah itu kan, pada dasarnya kebutuhan basic mereka sudah tercukupi. Sedangkan kebutuhan untuk mendapatkan hiburan itu akan selalu meningkat. Perkiraan saya untuk ke depannya karaoke ini sendiri akan meningkat dan sekali lagi diferensiasi sangat dibutuhkan bagi pelaku bisnis ini,” ungkapnya.

Jadi bisa dipahami jika bisnis karaoke masih dilirik sebagian orang termasuk penyanyi atau musisi sampai sekarang walau dibutuhkan modal yang tidak sedikit. Apalagi dengan karaoke, selain menghibur diri juga melepas kejenuhan. Atau mungkin bisa menjadi penyanyi sungguhan?(kpl/rod/dis/dew)

 

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah

Leave a comment

You must be Logged in to post comment.