Published On: Sun, Oct 20th, 2013

Menghina Via Facebook, DW Dipolisikan

dibaca 972 kali
Share This
Tags
Menghina Via Facebook, DW Dipolisikan

Menghina Via Facebook, DW Dipolisikan

Lombok Tengah [Sasak.Org] DW (28 th), warga kampung Bhineka II, Desa Kopang Rembiga Kecamatan Kopang, harus berurusan dengan pihak berwajib. Ibu rumah tangga (IRT) ini, dilaporkan karena diduga menghina seorang tokoh masyarakat desa setempat, LFQ (30) melalui jejaring sosial facebook (FB). LFQ yang berprofesi sebagai dosen dan penda’wah ini, inisial dan profesinya merasa dilecehkan. Karena isi status FB yang ditulis DW sangat vulgar. “Ini sudah jelas dikonsumsi oleh pengguna FB seluruh dunia” papar Dosen Unram ini di Kopang, Senin (23/9).

Yang dikuatirkan LFQ, semua keluarga, kolega, mahasiswa, lembaga maupun sahabat terdekatnya sudah mulai kasak kusuk membikin perhitungan. Mereka rata-rata sudah membaca status ‘laknat’ yang ditulis DW. Mereka menghubungi LFQ via SMS maupun kontak person. Intinya adalah, menuntut dan segera mengklarifikasi, menindaklanjutinya ke jalur hukum. Karena secara jelas dan nyata, DW yang memiliki akun Fanesa Desara ini telah melakukan pencemaran nama baik, termasuk pencemaran profesi LFQ selaku penda’wah dan tokoh panutan.  “Kami sudah laporkan dan sedang dipelajari oleh pihak Polres Loteng”, tegasnya.

Pada kesempatan itu, LFQ memberikan bukti laporannya yang dilansir Polres Loteng No.TBL/724.a/IX/2013. Dalam bukti laporan tertulis pasal yang dituduhkan ke DW yakni, pasal 27 ayat 3 jo pasal 45 ayat 1 UU ITE dan pencemaran nama baik. Kesimpulannya, DW dikenakan pasal berlapis.

Upaya menempuh jalur hukum kata LFQ, dimaksudkan untuk memberikan efek jera bagi pelaku. Karena selama ini, warga setempat juga sering dibuat tidak aman oleh ulah DW. Sering mengumbar cacian yang tidak elok didengar, sering bersikap temperamental. Bahkan sering cek-cok dengan orang tuanya. “Saya bersebelahan rumah dengan keluarga DW, mereka sering cek cok dengan ucapan yang tidak enak didengar”, cetus Suparlan yang diamini, Jamhur, Parte, Iwan, H.Sapri, Man Copot dan sejumlah warga setempat. Mereka turut memberikan kesaksian dalam proses hukumnya nanti.

Secara terpisah, DW mengakui tidak pernah menulis status seperti yang dituduhkan padanya. Hanya saja, pada suatu ketika, Hand Phone (HP) nya dipinjam teman. Ibu satu anak ini menduga, temannya inilah yang kemungkinan masuk ke akun FBnya. Karena DW lupa log-out, maka temannya itu yang menulis status yang cukup menghebohkan itu. “Saya tidak pernah menulis status seperti itu, paling-paling menulis seputar pribadi dan keluarga saja” tangkisnya yang ditemani ibu, kakek, anak dan adiknya di kediamannya. [L. Pangkat Ali]

 

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah

Leave a comment

You must be Logged in to post comment.