Published On: Thu, Jul 2nd, 2015

Materai Rp 3.000 dan Rp 6.000 Bakal Dihapus, Kenapa?  

dibaca 575 kali
Share This
Tags

MATERAIRADIO LOMBOK FM  -Salah satu kebijakan yang tengah disusun oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah terkait dengan tarif bea materai. Pemerintah akan mengganti tarif materai, yang sebelumnya Rp 3.000 dan Rp 6.000 menjadi satu tarif, yaitu Rp 10.000.
Direktur P2 Humas Ditjen Pajak, Mekar Satria Utama menjelaskan, alasan pemberlakuan tarif baru ini karena nominal yang sebelumnya dirasa sudah tidak relevan dengan kondisi sekarang. Rancangan Undang-Undang (RUU) Bea Materai yang baru sudah diajukan kepada DPR dan memuat perubahan tarif tersebut.

“Salah satu alasannya karena nilainya sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi saat ini dan juga untuk mengikuti perkembangan teknologi,” ujarnya kepada detikFinance, Rabu (1/7/2015)

Tarif bea materai mengikuti undang-undang (UU) Nomor 13 Tahun 1986 dan Peraturan Dirjen Pajak (Perdirjen) Kementerian Keuangan. Awalnya tarif yang berlaku adalah Rp 500 dan Rp 1.000. Sudah ada enam kali perubahan, sampai dengan yang terakhir di tahun 2000.

“Sudah dilakukan 6 kali perubahan terakhir di tahun 2000, tarifnya menjadi Rp 3.000 dan Rp 6.000,” imbuhnya.

Berikut rincian aturan bea materai yang berlaku sekarang:

1. Tarif Bea Meterai Rp 6.000 untuk dokumen sebagai berikut,

  • Surat Perjanjian dan surat-surat lainnya yang dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan, kenyataan atau keadaan yang bersifat pendata
  • Akta-akta Notaris termasuk salinannya
  • Surat berharga seperti wesel, promes, dan aksep selama nominalnya lebih dan Rp 1.000.000
  • Dokumen yang akan digunakan sebagai alat pembuktian di muka Pengadilan, yaitu, surat-surat biasa dan surat-surat kerumahtanggaan. Lalu surat-surat yang semula tidak dikenakan Bea Meterai berdasarkan tujuannya, jika digunakan untuk tujuan lain atau digunakan oleh orang lain selain dan tujuan semula.
  1. Untuk dokumen yang menyatakan nominal uang dengan batasan sebagai berikut,
  2. Cek dan Bilyet Giro dikenakan Bea Meterai dengan tarif sebesar Rp 3.000 tanpa batas pengenaan besarnya harga nominal.

    4. Efek dengan nama dan dalam bentuk apapun yang mempunyai harga nominal sampai dengan Rp 1.000.000 dikenakan Bea Meterai Rp 3.000 sedangkan yang mempunyai harga nominal lebih dari Rp 1.000.000 dikenakan Bea Meterai Rp 6.000.

    5. Sekumpulan Efek dengan nama dan dalam bentuk apapun yang tercantum dalam surat kolektif yang mempunyai jumlah harga nominal sampai dengan Rp 1.000.000 dikenakan Bea Meterai Rp 3.000, sedangkan yang mempunyai harga nominal lebih dan Rp 1.000.000 dikenakan Bea Meterai dengan tarif sebesar Rp 6.000. DETIK.COM

  • Nominal sampai Rp 250.000 tidak dikenakan Bea Meterai
  • Nominal antara Rp 250.000 sampai Rp 1.000.000 dikenakan Bea Meterai Rp 3.000
  • Nominal di atas Rp 1.000.000 dikenakan Bea Meterai Rp 6.000

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah