Published On: Tue, Jan 19th, 2016

Masyarakat Tanjung Luar Pasang Spanduk Sebagai Harga Mati Menolak pengerukan Pasir

dibaca 978 kali
Share This
Tags

2LOMBOK TIMUR, Lombokfm.com – terkait dengan pengerukan pasir yang ada di wilayah Tanjung Luar Kabupaten Lombok Timur, masyarakat setempat memasang spanduk penolakan, itu bukti harga mati agar pengerukan tidak di lakukan.

Adapun spanduk sampai saat sekarang masih di pajang di 3 desa yaitu, Tanjung Luar, Ketapang Raya, dan Pulau Maringkik.

“Apapun alasannya, yang jelas harga mati penolakan untuk pengerukan pasir”, tegasnya Daeng Ihsan selaku anggota DPRD Lotim kepada Lombokfm senin 18/1/2016 saat di temui di kantornya.

Akuinya daeng dengan komunikasi apapun para investor atau pejabat yang setuju akan pengerukan namun dirinya sebagai wakil rakyat akan membela rakyat sepenuhnya, agar tidak ada pengerukan.
” Saya sebagai wakil rakyat menolak, bagaimanapun komunikasinya dan berapapun banyak uangnya, tetap saya menolak”, tegasnya kembali.

Menurutnya, dengan adanya pengerukan maka nanti akan berdampak sangat buruk sekali, baik dari kerusakan alam terutama laut dan sekitarnya.
” Kalau alam sudah rusak masyarakat setempat mau makan apa, ikan-ikan pada mati semua dengan kerusakan itu”, paparnya.

Di tuturkan daeng, sebentar lagi akan adanya pertemuan semua kades dengan investor yang di rencanakan pertemuan itu di lakukan di kantor gubernur Bali.

Lanjutnya spanduk-spanduk tersebut akan di perbanyak lagi, agar mereka tau bahwa masyarakat Tanjung Luar menolak akan reklamasi telok benoa. Karena akan berdampak yang sangat buruk untuk kehidupan selanjutnya.

“Kita akan lakukan pergerakan, dan perbanyak spanduk sebagai pemberitahuan akan ke tidak setujuan”, paparnya kembali. (007)(031)

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah