Published On: Fri, Sep 25th, 2015

KPU Mencak-Mencak Bantah Tudingan Gelembungkan Jumlah Pemilih

dibaca 481 kali
Share This
Tags

aryRADIO LOMBOK FM – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Tengah, Ary Wahyudi,SH.MH, mencak-mencak bantah tudingan pihaknya gelembungkan Daftar Pemilih Sementara (DPS). Pihaknya sedang melakukan pembersihan DPS yang sudah ditetapkan beberapa waktu lalu. Demikian disampaikan Ketua KPU Lombok Tengah, Ary Wahyudi,SH.MH menanggapi kecurigaan yang dilontarkan oleh Forum Masyarakat Peduli Keadilan (Formapi) NTB terhadap DPS itu, beberapa waktu lalu.

Ary Wahyudi menegaskan, kalau saat ini KPU sedang benar-benar bekerja mencapai target agar DPS tersebut bisa selesai di veifikasi hingga tanggal 2 oktober 2015. Hingga saat ini, staf dan petugas di KPU sedang melakukan pemutakhiran data DPS tersebut.”Mari sini lihat di aula itu, kita sedang bekerja melakukan pemutakhiran data. Biar kalaian tahu kalau kita sedang bekerja,”Ujar Ary Wahyudi sembari mengajak wartawan ke Aula KPU pada Rabu (23/9/2015) lalu.

Bagaimana bisa pihak KPU dituduh melakukan penggelembungan jumlah DPS sementara saat ini lanjut Ary Wahyudi, pihaknya sedang melakukan proses pemutakhiran data sebelum ditetapkan sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT). “Jadi pada proses ini, nama-nama yang ganda itu semuanya akan dibersihkan. Apa motivasinya kami akan melakukan penggelombungan DPS seperti tuduhan mereka itu,”bantah Ary.

Dijelaskan Ary, DPS yang ada saat ini berawal dari DP4 yang telah diterima pihaknya dari Pemerintah Daerah (Pemda) yang diturunkan oleh mendagri ke bawah dalam hla ini ke KPU. Itulah yang kemudian dimutakhirkan berdasarkan dengan DPT Pemilihan Presiden (Pilpres).”Nah DPT pilpres dan DP4 yang dikeluarkan pemda itu yang kita sandingkan untuk dimutakhirkan,”terangnya.

Berapapun penambahan atau pengurangan yang saat ini faktanya terlihat pada DPS tandas Ary Wahyudi, pada prinsipnya saat ini pihaknya sedang melakukan proses pembersihan sebelum menuju ke DPT. Untuk itu bila ada pihak yang saat ini menilai DPS tidak wajar kata Ary merupakan hal yang sangat lumrah.”Namanya juga public berhak menilai, kita berterimakasih telah dikoreksi dan diberikan masukan,”katanya.

Untuk itu lanjut Ary, pihaknya menghimbau kepada masyarakat yang menemukan adanya pemilih ganda yakni satu Nomor Induk Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang ternyata memiliki banyak nama untuk disampaikan ke petugas PPS setempat.”Bisa juga dilaporkan ke Panwas atau langsung ke kami agar kita bisa sandingkan data kita,”imbuhnya.

Dengan tegas Ary Wahyudi, membantah tudingan kalau KPU tidak Independent dan melakukan rekayasa dengan cara melebihkan jumlah pemilih untuk memenangkan salah satu Pasangan Calon pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah tahun 2015.”Apa kepentingan saya mau gelembungkan pemilih,”kelitnya.

Yang saat ini menjadi kendala lanjut Ary, banyaknya warga yang namanya masuk ke DPS yang sudah meninggal dunia. Hal ini akibat dari belum dilaporkanya warga yang wafat itu ke pihak terkait. Inilah yang kemudian juga dipersalahkan ke pihak KPU.”Yang meninggal hari ini, dua minggu yang lalu atau bahkan 3 bulan yang lalu belum dilaporkan ke kades. Jadi kalau ditanya wajar tidak wajar, yang jelas kami bekerja nyata,”Pungkasnya.|001|0135

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah