Published On: Mon, Dec 17th, 2018

Konsumsi Ikan di Lombok Barat Meningkat Melebihi FAO

dibaca 59 kali
Share This
Tags
RADIO LOMBOK FM, Lombok Barat-Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Barat Subandi mengaku tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dari tahun ke tahun terus meningkat. Dalam tahun 2017 saja tercatat tingkat konsumsi ikan di Lobar mencapai 36,99kg/kapita/tahun.

“Dibanding dengan rata-rata provinsi yang tingkat konnsumsi ikannya masih berada angka 32,3 kg/kapita/tahun, Lombok Barat sudah melampaui di atas capaian provinsi NTB.

Demikian pula tingkat konsumsi ikan di Lombok Barat masih jauh lebih tinggi dari rata-rata konsumsi ikan pada lembaga yang bernaung dibawah PBB yakni Food Agricultura Organization(FAO) mencapai 32,3 kg/kapita/tahun. Namun secara nasional kita masih berada di bawahnya yakni 43,2 kg/kapita/tahun.,” kata Kepala Dinas Kelautan Perikanan Lombok Barat Subandi di Lombok Barat, Jumat (14/12).

Subandi merekomendasikan bahwa tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Lombok Barat sudah membaik yang dibuktikan dengan tingkat konsumsi melebihi angka rata-rata propinsi dan FAO.

Subandi berharap ke depannya tingkat konsumsi ikan di Lombok Barat akan lebih meningkat . Hal ini didukung oleh potensi perikanan laut dan budidaya perikanan darat di Lombok Barat sangat memungkinkan.

“Kita ingin ke depan nantinya tingkat konsumsi ikan di Lombok Barat minimal 40 kg/kapita/tahun. Strateginya selain sosialisasi secara terus-menerus dilakukan kepada masyarakat, juga semakin memperkuat basis kepengurusan Forum Gemar Makan Ikan (Forikan) ini hingga ke tingkat desa. Jadi tidak sebatas tingkat kecamatan dan Kabupaten saja,” kata Subandi.

Subandi juga akan lebih mendorong Forikan di tingkat kecamatan, desa dan kelompok-kelompok kuliner berbahan ikan untuk melakukan inovasi olahan kuliner berbahan ikan yang lebih variatif sehingga menarik perhatian masyarakat terutama anak-anak yang dalam masa pertumbuhannya.

“Jadi kita ke depan akan lebih memacu masyarakat terutama ibu-ibu melalui PKK desa untuk membuat olahan makanan serba ikan seperti bakso ikan, stick ikan, kaki naga udang, ekado ikan atau bakso ikan tongkol.

Atau trasi ikan yang sudah kita miliki di Lombok Barat ini dan sudah terbentuk kelompoknya. Jadi kita kemas sedemikian rupa agar dari lingkungan keluarga tertarik untuk mengkonsumsi ikan yang diketahui banyak mengandung zat bergizi untuk kesehatan dan kecerdasan anak,” kata Subandi.

Menurut Subandi ke depan pihaknya selain terus mendorong garakan gemar makan ikan di masyarakat juga dengan cara memberdayakan kelompok-kelompok pembudidayFCa ikan di Lombok Barat. Hal ini seiring dengan permintaan produksi ikan asal Lombok Barat dari DKI Jakarta.

“Bahkan DKI Jakarta menawarkan kerjasama dengan Pemda Lombok Barat untuk agar ikan dari Lobar bisa dikirim ke Jakarta,” jelas Subandi.

Hanya saja Subandi mengkhawatirkan jika ketersediaan ikan di Lombok Barat tidak mencukupi untuk konsumsi lokal, jika nantinya DKI akan meminta ikan secara rutin dari Lombok Barat.

“Karenanya kita akan membentuk lembaga dulu nantinya yang akan mengkaji apakah nanti bisa penuhi permintaan itu atau tidak. Ini masih butuh proses,” kata Subandi. (07/013)

 

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah