Published On: Fri, Dec 28th, 2018

Kemenpar Konsisten Anggarkan 20 Miliar Bagi Promosi Pariwisata Terdampak Gempa Lombok

dibaca 336 kali
Share This
Tags

RADIO LOMBOK FM, Mataram-Dinas Pariwisata (Dispar) NTB merangkum tidak lebih dari 60 persen destinasi wisata terkena dampak gempa di Lombok dan Sumbawa. Sisanya 40 persen destinasi wisata yang tidak terdampak. Meski demikian, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan tetap konsisten mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 miliar untuk promosi atau pemasaran.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL. Moh. Faozal menyatakan, anggaran promosi atau pemasaran sebesar Rp20 miliar itu akan digunakan untuk mempromosikan destinasi-destinasi wisata yang tidak terdampak gempa. Ia menyebut Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Selong Belanak, Desa Wisata dan lainnya.

Dikatakan, anggaran sebanyak Rp20 miliar yang teralokasi dari APBN khususnya Kementerian Pariwisata, akan fokus pada pemasaran, promosi. Karena itu bisa dibelanjakan. Termasuk untuk penguatan event 2019.

“Jadi pemerintah punya alas an lebih fokus untuk melakukan promosi, ketimbang memperbaiki sarana dan prasarana destinasi wisata yang rusak. Dengan demikian Lombok dan Sumbawa siap dikunjungi maka sektor pariwisata akan semakin bergairah lagi. Promosi yang dilakukan bertujuan untuk membangkitkan kembali atau memulihkan lagi pariwisata NTB,” ujar Faozal Kamis, (27/12) di Senggigi, Lombok Barat.

Faozal menambahkan, selain fokus melakukan promosi dengan tagline NTB Bangkit Kembali, juga perbaikan sarana prasarana wisata jalan terus. Ia tidak memmungkiri jika anggaran untuk perbaikan sarana dan prasarana destinasi juga cukup besar.

‘’Yang prioritas, yang rusak berat berdampak terhadap tidak jalannya layanan dasar pariwisata, itu yang kita benahi,’’ ujar Faozal.
Disinggung dampak gempa terhadap jumlah kunjungan wisatawan, Faozal mengakui sejak Agustus terjadi penurunan. Dalam situasi normal, rata-rata wisatawan mancanegara ke Lombok melalui Lombok International Airport (LIA) sebanyak 430 orang per hari atau 13.000 orang sebulan.

Namun pasca kejadian gempa akhir Juli lalu sampai September, hanya 100 wisman setiap hari atau 300 wisman sebulan. Sehingga terjadi penurunan sebanyak 10.000 wisman.
“Karena itu untuk penanganan aksesibilitas pascagempa, akan dilakukan rehabilitasi sarana prasarana pariwisata. Seperti rehabilitasi Pelabuhan Bangsal dengan anggaran Rp1,3 miliar. Rehabilitasi Dermaga Gili Trawangan dengan alokasi anggaran Rp15 miliar,” kata Faozal.

Faozal juga menyebut jumlah hotel yang terdampak gempa sebanyak 411 unit dengan existing room sebanyak 7.572 kamar. Disusul 553 homestay yang juga kena dampak gempa. ‘’Ada juga tidak terdampak 1.368 unit homestay yang masih bisa operasional sampai hari ini,’’ ucapnya. (07035)

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah