Published On: Thu, Dec 13th, 2018

Kalah di Pilkades Wartawan Jadi Sasaran Amuk Masa

dibaca 4,462 kali
Share This
Tags

RADIO LOMBOK FM, Mataram-Tindakan krimininalisasi terhadap insan pers kembali terjadi, Fahmi yang diketahui wartawan HU Radar Lombok yang kesehariannya bertugas di Lombok Barat menjadi korban pelampiasan kekecewaan tim sukses Calon Kepala Desa (Calkades) di Dusun Kalijaga, Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi Lombok Barat dimana hasil akhir penghitungan suara Senin (10/12) sore kalah dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

“Kronologisnya, saya dikeroyok saat keluar dari rumah dan berencana meliput kejadian di Desa Langko, Lingsar, Lombok Barat. Naas di tengah jalan ketika saya behenti untuk melihat aktivitas warga yang kumpul di jalan msecara tiba-tiba, ada warga yang teriak ke saya sambil nunjuk kiri dengan bertanya ngapain di sini, kamu mau ngeliput ya, kata warga yang sekaligus sebagai provokator,” terang Fahmi dihubungi wartawan Selasa (11/12) di Mataram.

Fahmi menambahkan, dengan nada keras warga ini memintanya pulang untuk tidak pergi liputan. Warga yang lainpun turut terprovokasi dan menyerang secara tiba-tiba.

“Ada yang berusaha mengambil dan mau Merusak HP saya, karena diduga saya merekam video atau foto. Saya berusaha mempertahankan diri, namun pukulan melayang di muka saya, mengenai pelipis mata kiri sehingga bengkak,” jelas Fahmi.

Lebih lanjut Fahmi mengatakan, pada kesempatan itu masih ada warga sekitar yang berusaha menenangkan massa dan berusaha membawanya keluar dari amukan massa.

“Setelah kejadian itu saya kemudian memilih balik mengambil jalan lain untuk keluar liputan ke Langko, karena kerjaan yang sudah menjadi tugas harus saya junjung tinggi,” ujar Fahmi.

Atas kejadian ini Fahmi bersama Forum Wartawan (Forta) Lombok Barat Senin malam langsung melaporkan kasus perskusi yang dialaminya kepada Polres Lombok Barat.

Sementara itu Ketua Forum Jurnalis Pariwisata (FJP) NTB Suparman mengecam keras tindakan salah satu pendukung Calkades yang menyerang wartawan dalam menjalankan tugasnya.

“Karena itu kami mendesak Kepolisian agar menindak tegas pelaku. Persekusi atau pengeroyokan yang menimpa wartawan telah menjadi potret suramnya kebebasan pers,” ungkap Suparman.

Dikatakannya, UU nomor 40 tahun 1999 tentang pers disebutkan, wartawan dalam melaksanan tugas jurnalistik sudah diatur dan dijamin UU. Aksi pengeroyokan ini sudah melanggar UU Pers,” ungkapanya. (07/008)

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah