Published On: Sat, Aug 13th, 2016

Kalah Dengan Arus, Ibrahim Gagal Mendarat Di Pesisir Pantai Bangsal

dibaca 637 kali
Share This
Tags

F-PENEYERAHAN BENDERA MERAH PUTIH OLEH IBARAHIM RUSLI KEPADA KADIHUBKOMINFO KLURadio Lombok Fm, Lombok Utara—Gagal mencapai target mencapai finish di pesisir pantai Pelabuhan bangsal, desa Pemenang Timur, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Pegawai Negeri Sipil (PNS) sekaligus perenang asal kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) Ibrahim Rusli harus menerima kenyataan atas kegagalannya. Pasalnya dirinya mendarat di pesisir pantai yang bukan menjadi target Eksipidisi Lomba Renang tersebut.

Namun begitu meskipun tidak sesuai tempat finish yang ditargetkan, Pria berusia 51 tahun ini berhasil mendarat dengan selamat. Ia mendarat di pesisir Pantai Teluk Borok, Desa Malaka, persis didepan Hotel Lima Satu. Dimana dari Trawangan ia memulai aksinya pada pukul 06.27 wita dan sampai di lokasi tersebut  pada pukul 09.25 WITA dengan asumsi perjalanan yang di tempuh 3 jam dengan jarak dari Trawangan sekitar 7 kilometer.

‘’Dari pengalaman renang yang pernah saya lakukan, ini arus yang paling berat saya rasakan, sehingga dari perjalanan renang tadi saya sudah pesismis bisa mendarat di pesisir pantai Bangsal,”ungkap Ibrahim kepada wartawan sesuai menjalankan aksinya pada Sabtu (13/8) kemarin.

Dari jarak 6 kilometer menuju pesisir pantai bangsal Ibrahim menyatakan mulai merasakan arus yang begitu kencang yang tidak memungkinkan dirinya bisa menuju arah pesisir pantai bangsal. Ia mengakui sempat melakukan tindakan berenang melawan arus agar sampai tujuan target namun tetap tidak bisa.

‘’Saya dipertengahan jalan hampir 1 jam muter-muter melawan arus, ini yang paling berat saya rasakan selama melakukan eksepedisi,”cetus pria yang pernah renang dari Kalimantan Utara ke Malaysia ini.

Ia mengakui tim rombongan ekspedisi salah perhitungan dalam memulai aksinya, dimana saat start di Gili Trawangan pada pukul 06.25 wita tadi telah mulai gelombang air pasang yang menuju  surut, padahal yang sangat tepat untuk menjalankan aksi berenang kata dia yakni saat waktu gelombang air surut menuju pasang, sehingga arus tidak berat.

‘’Kita salah perhitungan saja,”jelasnya.

Meskipun demikian ia tetap dianggap perenang yang menantang dari aksinya yang selama ini belum pernah dicoba oleh warga Lombok asli, Saat sampai pesisir pantai telok borok desa malaka, kecamatan pemenang tersebut Ibrahim disambut dengan antusias oleh pemerintah Kabupaten Lombok Utara, melalui kepala dinas perhubungan  dan komunikasi KLU Sinar Wughiyarno Ibrahim menyerahkan bendera merah putih sebagai wujud lambang kesuksesan dalam menjalankan aksinya dengan selamat. |005|013|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah