Published On: Wed, Dec 30th, 2015

Kader Posyandu Penerima Insentif Keberatan Haknya Dipotong

dibaca 743 kali
Share This
Tags

1930380_1044070288987278_2263048680790604489_nLOMBOK TENGAH,lombokfm.com – Dana Insentif Tahunan Kader Posyandu diduga dipotong. Dugaan pemotongan tersebut, terjadi di Puskesmas Darek Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah. Sejumlah kader yang namanya tercatat sebagai penerima Insentif, keberatan dengan pemotongan tersebut.

Salah seorang kader Posyandu Hamidah ,Selasa (29/12) 2015 menuturkan, selain pemotongan tersebut, sejumlah nama justeru akan mendapatkan Insetif dobel karena memiliki nama ganda sebagai penerima.”Ada kerancuan, misalnya ada nama-nama ganda sebagai penerima. Hal ini membingungkan kami,”Ungkapnya kepada Lombok FM.

Dana yang telah lama dinantikan oleh seluruh kader tersebut lanjut Hamidah, terus ditunda pencairanya, padahal dana yang dinilai tidak banyak itu, bisa segera digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.”Kami ingin segera menerima dana itu, tetapi entah apa sebabnya sampai saat ini belum juga dicairkan,”Tuturnya.

Terkait dengan hal tersebut, Kepala Puskesmas Darek, Sirajudin menjelaskan, Insentif Kader tersebut saat ini sedang berusaha untuk dicairkan, bahkan untuk di Puskesmas Darek sendiri sedang dicairkan.”Betul ada sedikit masalah terkait dengan pembagian dana insentif kader ini,”katanya.

Sirajudin melalui telephone celulernya menuturkan, dana insentif tahunan untuk kader posyandu tersebut berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi sebesar Rp.70.000.000 untuk 100 orang kader Posyandu. Sementara kader yang ada saat ini mencapai 350 orang kader.”Inilah yang menjadi pokok permasalahan, yang tercatat sebagai penerima hanya 100 orang kader saja masing-masing Rp.700 ribu,”Terangnya.

Setelah akan dicairkan, terjadilah ribut-ribut pada mereka yang tidak menerima dana tersebut. Pihak kabupaten telah mengusulkan untuk semua kader, namun yang disetujui dan sesuai kriteria hanya 100 orang kader saja, maka yang tidak menerima protes.”Ada usulan untuk dibagi rata ke semua kader, namun kader yang namanya tercatat sebagai penerima keberatan ,”Ujarnya.

Untuk itulah hingga saat ini jelas Sirahudin, pencairan dana tersebut sempat ditunda dan dicarikan jalan keluarnya. Seluruh kader khususnya sebagai penerima akan melakukan musyawarah, namun hal ini sudah keburu membuat ribut.”Kita sebenarnya menyerahkan kepada mereka bagaimana jalan terbaiknya. Pembagian secara merata itu memang salah, tetapi silahkan saja bagaimana cara terbaik agar adil,”Pungkasnya.|001|63|.

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah