Published On: Tue, Dec 1st, 2015

Inilah Kesan Terburuk Dan Terbaik SKPD Dipimpin HM.Suhaili.FT.

dibaca 507 kali
Share This
Tags

2LOMBOK TENGAH,lombokfm.com – Diwakili oleh Kepala Dinas Kependudukan Dan Cacatan Sipil (Dukcapil) Lombok Tengah, H.Darwis,SH, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menyampaikan pesan dan kesanya pada acara perpsihah masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati periode tahun 2010-2015, Kamis (26/11)2015 di Pendopo Bupati. Kepala Dinas yang akrab disapa abah Dos itu mengungkapkan kesan terburuk semala dipimpin oleh HM.Suhaili,FT dan HL.Normal Suzana.

Pada kesempatan itu, Abah Dos menyebut kalau yang namanya kesan itu merupakan hal yang paling jelek dan yang paling baik. Kalau nilainya rata-rata maka hal itu baginya bukanlah sebuah kesan. Ia kemudian menerawang, tentang hal terjelek yang pernah ia alami yakni dihukum berdiri menghadap matahari oleh Bupati.”Waktu itu saat kita ada di Repok Pidendang. Setelah kita berjalan, dipanggillah saya 5 orang waktu itu oleh Bupati melalui pengeras suara,”Ingat Abah Dos.

Saat itu lanjut Abah Dos, yang dipanggil dirinya bersama Kepala BPBD, Camat Praya Timur, Camat Jonggat dan Kasat Pol PP. Kebetulan saat itu podium bupati menghadap barat, dan dirinya berserta yang lain diperintah berjajar berdiri menghadap timur dan menghadap matahari,”Tetapi beruntung pada hari itu, matahari malu menampakkan dirinya. Tetapi apapun itu adalah kesan yang tertinggal, namun tidak ada dendam diantara kita pak Bupati,”Ujarnya.

Adapun kesan yang sangat baik lanjut Abah Dos, diawali perbicanganya dengan Bupati usai upacara peringatan hari guru dan korpri pada pagi kamis hari itu. Ia menceritakan tentang dirinya yang tinggal 4 bulan lagi pensiun. Disitulah waktu itu Bupati menyampaikan kemurahan hatinya dengan memberikan perpanjangan jabatan bagi dirinya.”Saat itu Bupati bilang, jangan tinggalkan saya dulu, karena semua sudah bagus jalanya ini. Bupati minta saya buat perpanjangan hari itu dan hari itu ditandatangani langsung oleh Bupati,”Tuturnya.

Sepulang dari lokasi upacara, Abah Dos kemudian langsung membuat surat perpanjangan jabatan yang dimaksud Bupati tadi. Hari itu ia juga langsung menemui Bupati di Pendopo dan langsung menandatangani surat perpanjangan tersebut, tanpa dibaca oleh Bupati terlebih dahulu.”Kenapa bupati tidak membaca terlebih dahulu, karena beliau tahu tidak mungkin seorang Haji Darwis akan membohongi seorang Bupati. Pada saat itu beliau langsung menandatangani surat itu,”Tandasnya.

Seandainya hari itu Bupati tidak menandatangani Surat Perpanjangan jabatanya itu tukas H.Darwis, bisa jadi dirinya malam itu tidak bisa berdiri berada diacara tersebut dan menyampaikan kesan dan pesan tersebut. “Terselamatkanlah saya sehingga mala mini saya masih berada ditempat ini. Terimakasih banyak pak Bupati,”Pungkas H.Darwis.|001|45|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah