Published On: Wed, Jun 8th, 2016

Inilah Hukum Mandi Junub Sehabis Imsak

dibaca 762 kali
Share This
Tags

b3RADIO LOMBOK FM, Lombok Timur. Bulan suci Ramadahan telah tiba, namun banyak hal yang kita anggap sepele dan itu membuat keraguan dalam melaksanakanya. Salah satu hal dalam mandi junub, seringnya seseorang beranggapan tidak sahnya puasa ketika seseorang terlambat mandi atau mensucikan diri dari hadas besar itu.

Terkait hal tersebut Ustd Hasbulloh Q.H S.Pdi menjelaskan “puasa seseorang yang mandi junub atau mandi wajib setelah selesai imsak atau setelah usai azan subuh adalah sah sesuai ilmu fikih” jelasnya pada RADIO LOMBOK FM Rabu 8/6/2016 di kediamanya jalan Raden Teja Desa Ketangga Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur.

Dirinya menjelaskan, seorang suami dan istri yang ber-jima’ pada malam bulan Ramadhan dan menunda mandi janabah-nya sampai masuk waktu imsak atau subuh, yang demikian tidak apa-apa.

Karena, sesungguhnya Rasulallah pernah ber-jima’ dengan istrinya pada malam hari dan masih dalam keadaan junub di waktu subuh. Setelah itu, Rasulallah baru mandi janabah dan menjalankan puasa.

Demikian juga wanita yang haid dan nifas. Apabila keduanya bersuci pada waktu malam setelah habis waktu shalat isya’, keduanya boleh menunda mandi janabah sampai waktu subuh kemudian berpuasa.

Namun, keduanya tidak boleh menunda mandi janabah atau shalat sampai terbitnya matahari. “Wajib baginya bersegera mandi janabah setelah masuk waktu subuh dan menjalankan shalat tepat pada waktunya” tegas Hasbulloh yang juga tokoh masyarakat warga setempat. |004|003|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah