Published On: Thu, Feb 11th, 2016

Inilah Guyon Pers Nasional Ketua PWI Pusat Yang Bikin Segar

dibaca 945 kali
Share This
Tags

55LOMBOK TENGAH,lombokfm.com – Ternyata sangat gampang rumus mengenali pers nasional. Pers nasional tidak jauh-jauh dengan nama pemiliknya. Setiap nama pemilik membawa ciri khas pada medianya. Itulah guyon segar soal Pers Nasional yang disampaikan Ketua Umum Panitia Hari Pers Nasional (HPN), Margiono yang sekaligus Ketua PWI Pusat, pada Selasa (9/2) 2016 lalu dalam pidatonya.

Margiono mencontohkan, seperti Kompas yang pemiliknya Bapak Jackob Oetama disingkat JO maka ciri kompas yakni jaga obyektifitas dan jaga optimisme. Metro dengan pemilik Surya Paloh disingkat SP, yang cirri khas medianya dekat dengan singkatan tersebut, suara professional tetapi juga sesekali suara politik-nya Surya Paloh.” Kemudian ada tv one dengan pemilik Abu Rizal Bakri yang disingkat ARB, artinya Andalanya Rubrik Berita,”Katanya.

Selain itu ada juga Media Berita Satu, dengan nama pemilik James Riyadi dengan singkatan JR, ykani Jurnalistik Reformasi. Ada juga yang bertanya lanjut Margiono, kalau MNC Group Hary Tanoesoedibjo apa? Yakni HT artinya pers harus tajir. “Tadi pak HT saya Tanya, katanya yang penting kerja kita, jadi harus tajir. Nah kalau pak Dahlan, saya takut sebenarnya menjawab, tapi saya jawab juga, kalau paling gampang kalau Dahlan Iskan dengan singkatan DI itu ya Demi Iklanlah,”Ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Margiono juga menyampaikan tentang banyaknya sorotan masyrakat kalau pers sering membuat gaduh. Tetapi sebenarnya tidak seperti itu, karena paling banter pers paling memberitakan tentang kegaduhan. “Dan kegaduhan itu ada dua, ada yang positif dan negative. Kalau yang negative sudah pasti, terror, korupsi, narkoba dan seksi. Itu pasti heboh. Kalau yang gaduh positif pasti datang dari anak buahnya pak presiden, pak Rizal Ramli misalnya,”Sebutnya.

Namun demikian lanjut Margiono, ada 2 hal gaduh yang menjadi catatanya yang semula diragukan oleh publik. Pertama waktu Bapak Joko Widodo (Jokowi) terpilih menjadi gubernur. Saat itu pers dihebohkan oleh isu, bahwa Jokowi akan menjadi orang nomer satu dinegeri ini.” Saat itu tidak ada yang percaya dengan opini itu, bahkan saat pak Jokowi diwawancara jawabanya sangat sederhana, gak mikir, gak mikir-gak mikir. Itu jawaban bapak Jokowi saat itu. Nah kita semua tahu, gak mikir saja jadi presiden, apalagi kalau beliau mikir,”Selorohnya.

Waktu mau resafle cabinet lanjut Margiono juga sangat luar biasa. Dua minggu sebelum resafle kabinet, presiden diwawancarai soal adanya isu akan melakukan resafle. Dan presiden saat itu menjawab dengan jawaban yang sama juga yakni gak mikir.” Saat itu presiden menjawab, siapa bilang, Tanya sama orang yang bilang resafle, saya juga gak mikir jawab pak prsesiden waktu itu. Tapi baru dua minggu beliau merasafle, tidak mikir aja merasfle lima menteri apalagi mikir, pasti habis diresafle, kecuali ibu Puan Mahari saya kira tidak,”Pungkasnya.|001|12

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah