Published On: Sat, Mar 5th, 2016

Husni, Lobar Harus Belajar Industri Garmen Dari Lotim

dibaca 453 kali
Share This
Tags

a1RADIO LOMBOK FM,Lombok Barat – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2016 ini menargetkan membentuk sentra garmen yang dipusatkan di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Sentra industri garmen tersebut diyakini akan mampu mengangkat industri tekstil NTB dikancah nasional. “Tahun ini kami menargetkan dua industri sentra garmen bisa terbentuk di Lombok Timur,” ungkap Kepala Disprindag Provinsi NTB, H. Husni Fahri di Lombok Barat kemarin.

Husni menjelaskan, selama ini sudah ada cikal bakal sentra industri garmen di Provinsi NTB yang ada di Kabupaten Lombok Timur. Sebanyak dua industri garmen yang selama ini sudah eksis dalam usaha tekstil bahkan produk dua industri garmen itu sudah tembus pasar sejumlah negara di ASEAN,seperti Malaysia, Singapura dan juga beberapa negara lainnya termasuk Hongkong. “Tahun ini kami ingin kembangkan industri garmen di Selagek, Kecamatan Terara dan Bageknyaka di Kecamatan Aikmel. Kedua industri garmen ini sudah eksis dan pasaran produknya sudah tembus sejumlah negara,”ungkap Husni.

Sebagaimana diketahui Desa Selagek, Kecamatan Terara, Lombok Timur ini sudah tidak asing lagi di dunia garmen di NTB. Pasalnya, produk para pelaku IKM di tempat ini sudah begitu populer, seperti pakaian seragam sekolah, celana baju dan jaket jeans, dan juga seragam sejumlah instansi pemerintah dan juga swasta. Sementara sentra garmen yang di Bageknyaka, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur selama ini identik dengan produk busana muslim yang menampilkan berbagai produk pakaian yang mencerminkan islami, mulai dari baju, rok, jilbab dan asesoris busana musilm lainnya. “Produk busana muslim di Bageknyaka ini sudah tembus pasar Asia. Artinya kedua sentra kerajinan garmen ini perlu dikembangkan menjadi sentra konveksi dan garmen NTB,” terangnya.

Lanjut Husni, Disperindag NTB, sudah melakukan komunikasi secara intensif dengan pihak Direktorat Jenderal (Ditjen) IKM, Kementerian Perindustrian RI untuk memberikan perhatian terhadap potensi dua industri garmen yang ada di NTB menjadi sentra konveksi dan garmen. Nantinya, Dirjen IKM, Kementerian Perindustiran akan memberikan support berupa mesin produksi, sehingga dua sentra garmen itu bisa memproduksi dalam jumlah besar.

Sehingga, setiap permintaan pasar dalam jumlah besar, bisa dilayani. Selain itu, harga di tingkat pembeli juga bisa bersaing dan lebih kompetitif dengan gempuran produk dari luar NTB bahkan dari luar negeri. “Untuk pengembangan sentra garmen dan konveksi ini, kami akan bekerjasama IWAPI (Ikatakan Wanita Pengusaha Indonesia ) NTB dalam memberikan pembinaan serta pendampingan termasuk pangsa pasar bagi industri garmen ini bisa semakin lebih luas lagi,” ungkapnya.|010|013|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah