Published On: Wed, Jun 15th, 2016

Harga Daging Dipasar Pemenang Melambung Tinggi

dibaca 835 kali

F-PASARRADIO LOMBOK FM, Lombok Utara—Memasuki hari ke 9 bulan Ramadhan tahun ini, Disperindagkop UMKM kembali menjadwalkan agenda inspeksi mendadak (Sidak). Kali ini sejumlah pasar yang ada di Kabupaten Lombok Utara (KLU) di kunjungi guna memantau kondisi harga dan juga mengecek bahan makanan yang dijual para pedagang yang terindikasi kadaluarsa dan tidak berlabel SNI.

Sidak ini di mulai dari pasar Tradisional Pemenang, Kecamatan Pemenang. Rombongan dari Disperindag, bersama aparat Satpol PP, Pemerintah Kecamatan menyambangi satu persatu para pedagang yang ada dilokasi pasar. Nampak dari pantauan tim kondisi harga daging dilokasi pasar tersebut melambung tinggi.

‘’Kalau di RPH minggu lalu kita memantau harga daging sapi dikisaran harga Rp 80 ribu, namun untuk saat ini di lokasi pasar pemenang daging sapi dijual dengan harga kisaran Rp 125.000,- ada juga yang menjual Rp 130.000,-”ungkap Kadis Perindagkop dan UMKM KLU Abdul Hamid kepada RADIO LOMBOK FM rabu (15/6) dilokasi.

Tingginya harga daging dilokasi pasar Pemenang ini disampaikannya karena kondisi permintaan yang cukup tinggi, sebagai kawasan pintu wisata KLU permintaan daging di kecamatan Pemenang tentu jauh lebih tinggi dengan kecamatan yang lain di KLU, Sementara pasokan daging yang ada di KLU sendiri justru sangat terbatas.

‘’Pasokan yang ada juga sangat rendah, Kita hanya punya satu RPH di KLU dimana para pembeli juga tidak hanya dari KLU ada juga kita dengar pembeli daging di RPH  berasal dari Mataram,”terangnya.

Melihat kondisi yang ada, disperindag sendiri mengakui kualahan untuk menstabilkan harga yang ada, pihaknya mengakui belum melakukan tindakan untuk menstabilkan harga beberapa kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan saat ini.

Sementara itu,berbeda dengan bahan kebutuhan yang lain seperti sayuran, dan beberapa  kebutuhan pokok lain yang ditemukan mengalami penurunan harga, misalnya saja untuk tomat dilokasi tersebut para pedagang mengeluhkan anjloknya harga terhadap bahan tersebut. dimana untuk perkilogram para pedagang saat ini hanya menjual dengan harga Rp 5.000 parahnya tomat yang dijual sendiri banyak yang tidak laku sehingga terpaksa dibuang karena kondisi rusak, begitu juga dengan bawang yang mengalami penurunan harga.

Dalam sidak tersebut, tim sendiri tidak hanya memantau kondisi harga, namun juga nampak melakukan pengecekan terhadap bahan makanan yang kadaluarsa, berlabel SNI atau tidak, dan juga mengecek apakah para pedagang sudah memiliki SIUP TDUP.

‘’Dari pantauan yang kami lakukan tidak ada makanan kadaluarsa yang dijual pedagang, semua yang kami pantau sudah aman, “dalihnya. |005|012|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah