Published On: Sat, May 21st, 2016

“Hantu” di Eks Bangunan RSUP NTB Tertangkap Polisi

dibaca 3,037 kali
Share This
Tags

hantu

RADIO LOMBOK FM, Mataram – Rumor hantu yang bergentayangan dibekas Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB yang berada di Jl. Pejanggik Kota Mataram sempat mengegerkan warga kota Mataram beberapa waktu lalu dan ternyata hantunya adalah seorang pencuri kabel instalasi listrik dibekas bangunan RSUP tersebut.

Kapolsek Mataram AKP Taufik menuturkan, berawal dari beberapa kejadian yang didapatkan di lapangan bahwa muncul isu hantu yang menggegerkan warga Kota Mataram pada pertengahan bulan Maret 2016 lalu, sehingga polisi diturunkan untuk melakukan penjagaan di sekitar lokasi bangunan rumah sakit tersebut. Di lokasi kejadian polisi mendapati kabel-kabel instalasi listrik yang ada di plafon rumah sakit sudah tidak ada ditempatnya. “Pertama ada isu penampakan, selanjutnya penampakan itu kami sikapi dengan pengamanan oleh polisi di sana, ternyata di sana bukan penampakan yang ditemukan, tapi kabel instalasi listrik di plafon itu sudah habis”, ungkap Taufik kepada RADIO LOMBOK FM saat dikonfirmasi di Polsek Mataram (21/05/2016). Dan ternyata hantu itu adalah RJ dan MD warga kota Mataram yang tidak memiliki pekerjaan tetap yang berupaya mencari penghasilan dengan mencuri kabel instalasi listrik bekas RSUP NTB tersebut.

Polisi telah mengupayakan pengamanan dengan cara menutup pintu dengan cara mengelas, namun para terduga pencurian ini tidak kehabisan akal, mereka kembali melakukan pencurian dengan cara menggali lubang-lubang tempat kabel. Dalam melakukan aksinya para terduga beraksi pada malam hari, mulai dari menjelang magrib hingga menjelang subuh. Para terduga tertangkap pada tanggal 17 Mei 2016. Pada saat kejadian para terduga pencuri tersebut berada di TKP dan tim buser dari Polsek Mataram melakukan pengintaian, namun para terduga pencuri itu berhasil melarikan diri karena mengetahui kedatangan polisi. Polisi berhasil menyita senter dan tas pinggang yang berisi telepon genggam, melalui telpon genggam itulah polisi melakukan pelacakan dan berhasil menangkap dua orang terduga MD dan RJ di kediaman kampung jawa Kota Mataram. “Pada saat mereka melihat motor, kita merapat, kita merapat mereka lari, pada saat mereka lari tertinggallah senter dan tas pinggang yang berisikan handphone, lewat telpon seluler itulah kami (Polisi) lacak ternyata yang bersangkutan itu RJ warga kota mataram”. kata Taufik. Untuk RJ sendiri pernah ditangkap oleh polisi dengan kasus yang sama namun tidak ada pelapor akhirnya RJ hanya di kenakan wajib lapor, “Karena kami menunggu pelapor tidak ada akhirnya si RJ ini diharuskan wajib lapor”, pungkas Taufik. (006|018

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah