Published On: Mon, Oct 26th, 2015

Gunung Barujari Meletus, Pendakian ke Rinjani Ditutup

dibaca 1,157 kali
Share This
Tags

barujariAkibat meletusnya Gunung Barujari sebagai anak Gunung Rinjani, semua jalur pendakian ke Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) ditutup, mulai Senin, 26 Oktober 2015.

Demikian dikatakan Kepala Desa Senaru Kecamatan Bayan, Isa Rahman kepada Lombok FM. Menurut Isa Rahman, Gunung Barujari yang memiliki ketinggian 2.296-2.376 meter dari permukaan laut, meletus sejak minggu lalu. Namun letusan yang paling besar terjadi kemarin sekitar pukul 10.15 wita, yang suaranya dapat didengar hingga wilayah Desa Senaru.

Selain terjadinya letusan, juga terjadi kebakaran hutan, baik di jalur pendakian Sembalun ataupun di jalur pendakian Desa Senaru. Dan diperkirakan ratusan hektar lebih hutan sudah terbakar.

Dan khususnya jalur pendakian dari Desa sanaru, kebakaran terjadi di Gunung Stampol dan Sangkareang, sehingga pihak kepolisian, tim SAR, dan lainnya langsung turun ke lapangan untuk membantu memadamkan api.

Isa Rahman menyebut, masih ada ratusan warga umat Hindu yang mengadakan upacara di Danau segara Anak, yang hari ini harus kembali ke tempat aman. “Ada sekitar 700 orang umat Hindu ke Danau, dan yang sudah turun baru 300 orang dari jalur Torean. Sementara sisanya akan turun hari ini”, kata Isa Rahman.

Mutaharlin, Petugas vulkanologi di Pos Pengamat Gunung Api Rinjani, Desa Sembalun Bumbung, Kabupaten Lombok Timur,  mengaku, saat ini masih memantau kondisi Gunung Barujari yang mengeluarkan asap disertai debu dengan ketinggian sekitar 300 meter. Asap bercampur debu tersebut diduga mengandung racun, sehiingga berbahaya bagi manusia.

“Ketinggian letusan asap disertai debu saat ini hanya berdampak di sekitar tubuh Gunung Barujari, beda kalau ketinggiannya sampai 3.000 meter asap dan abu vulkanik bisa menyebar ke mana-mana,” ujar dia.

Menurut dia, letusan Gunung Barujari masih tergolong efusif atau skala kecil, belum tergolong eksplosif atau letusan gunung api yang menyemburkan material vulkanik ke udara, baik itu berupa lava pijar, batu kerikil, sampai pasir dan debu vulkanik.

Dengan demikian, belum bisa dipastikan berapa jarak aman dari lokasi letusan. Namun, dia mengaku sudah melaporkan letusan Gunung Barujari ke Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, agar segera menetapkan status gunung tersebut.

Pantauan Lombok FM  dari Kecamatan Bayan menunjukkan, bahwa sejak beberapa hari ini Gunung Rinjani sudah tidak kelihatan lagi karena tertutup awan, walaupun dalam cuaca cerah, bahkan sinar matahari tiba-tiba berubah warna kuning kemerahan terutama pada siang dan sore hari. |004|112

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah