Published On: Tue, Feb 23rd, 2016

Gizi Buruk Di Lobar, Sistem Kerja Tak Berjalan Maksimal

dibaca 869 kali
Share This
Tags

a2RADIO LOMBOK FM,Lombok Barat – Terjadinya gizi buruk di Lombok Barat (Lobar) yang belum lama ini menelan korban dari Desa Kuripan, diakui karena sistem kerja yang tak berjalan maksimal. Meski demikian, gizi buruk yang terjadi belakangan ini, telah menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Barat.

Kadis. Kesehatan Lobar H. Rahman Sahnan Putra di Gerung, (22/2) mengatakan, persoalan gizi buruk, tidak bisa dilihat dari hilir saja. Ada proses panjang sebelum anak terkena gizi buruk.”Ada proses panjang dari hulu. Termasuk banyak faktor yang menyebabkan terjadinya gizi buruk,”ungkap mantan Camat Narmada ini.

Ditambahkannya, faktor tersebut bisa terjadi saat anak berada dalam kandungan. Seorang ibu hamil penderita anemia, sangat rentan melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Ketika bayi terlahir BBLR, menjadi awal dari terjadinya gizi buruk.

Selain itu, penanganan penyakit yang tidak baik, bisa menjadi awal terjadinya gizi buruk. Diare yang tidak ditangani dengan baik dan benar, berpeluang menjadi gizi buruk. ”Ini yang disebut dengan gizi buruk karena penyakit. Meski sejak lahir sehat, tetapi dalam tiga bulan terakhir terkena diare, dan tidak ditangani dengan baik, akan terkena gizi buruk,”jelasnya.

Rahman mengatakan,” terjadinya kasus gizi buruk, tidak hanya menjadi tanggungjawab dari Dikes semata. Masyarakat dan juga desa, harus ikut berperan penting melakukan fungsi kontrol terhadap kondisi lingkungan sekitarnya. ” ujarnya.

Selama ini, lanjutnya, posyandu dianggap bagian dari Dikes. Padahal, tidak demikian, karena posyandu merupakan bagian dari pemerintahan desa. Termasuk dengan kader-kader posyandu yang ada di dalamnya. Jika berbicara sistem, sudah menjadi tugas posyandu untuk melihat bagaimana kondisi kesehatan masyarakat dibawahnya. Termasuk meningkatkan angka partisipasi masyarakat untuk datang dan mengecek kondisi balitanya ke posyandu.

Terlepas dari itu, Rahman mengatakan akan melakukan penguatan pelayanan dasar, guna mencegah terulangnya gizi buruk di Lobar. Caranya, melatih kader posyandu untuk menguatkan perannya di lapangan, meningkatkan angka partisipasi ibu dan anak untuk datang ke posyandu.”Termasuk mengawal ibu hamil, itu kita lakukan. Sehingga tidak ada lagi gizi buruk,” tegasnya.|010|52|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah