Published On: Thu, Aug 9th, 2018

Gempa Lombok Barat, 25 Meninggal 39.599 orang Pengungsi

dibaca 424 kali
Share This
Tags
RADIO LOMBOK FM, Lombok Barat-Memasuki hari ketiga pasca gempa bumi berkekuatan 7,0 SC yang mengguncang Lombok, Minggu (5/8) malam lalu, jumlah bangunan rumah roboh dan korban meninggal dunia terus bertambah. Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana dan pendatan korban bencana Lombok Barat (Lobar) yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD Lobar, Dinas Perumahan Pemukiman hingga Rabu (8/8) ini masih melakukan pendataan terdampak gempa yang terjadi hampir merata di 10 kecamatan se Lombok Barat.

Data terakhir menyebutkan, jika saat ini tercatat korban meninggal dunia sebanyak 25 orang. Perinciannya Kecamatan Gunungsari sebanyak 9 orang, Kecamatan Lingsar 2 orang, Kecamatan Batulayar 10 orang, Narmada, Gerung dan lembar masing-masing 1 orang.

Kepala BPBD Lombok Barat, HM. Najib ditemui RADIO LOMBOK FM, Rabu (8/8) sore di Posko Utama penanggulangan bencana Lobar di Kantor Camat Lingsar menjelaskan, pihaknya belum bisa memfinalkan hasil pendataan tim yang tengah turun menyebar ke seluruh desa se Lombok Barat.

Dikatakan Najib, sementara itu korban luka-luka tercatat 374 orang, korban luka ringan sebanyak 138 orang, kerugian rumah rusak tercatat 8.715 Unit. “Sedangkan untuk pengungsi hingga saat ini tercatat di Lombok Barat sebanyak 68.946 orang. Kita tunggu saja tim bekerja setiap hari kita evaluasi dan apdate data dan perbaikan data lainnya,” kata Najib.

Jumlah pengungsi juga terus bertambah. Saat ini data sementara menyebutkan jumlah pengungsi yang tersebar di Lombok Barat khususnya tercatat sebanyak 39.599 orang. Para pengungsi kebanyakan memasang tenda-tenda darurat di lokasi yang lapang pada malam hari untuk menghindari terjadinya gempa susulan yang sewaktu-waktu terjadi dan tak bisa diprediksi. “Masyarakat masih khawatir dan trauma akibat gempa utama disusul gempa-gempa berikutnya,” kata Najib.

Najib menambahkan, masyarakat yang terkena dampak gempa Lombok ini memahami sangat membutuhkan bantuan logistik. Bantuan mendesak yang harus dibutuhkan masyarakat yakni air minum, makanan siap saji termasuk penanganan kesehatan yang cepat dan tepat. “Kita akan upayakan memenuhi kebutuhan mendesak warga yang diminta,” jelas Najib.

Najib tidak mengelak hingga saat ini droping bantuan yang diberikan bagi korban gempa belum sepenuhnya bisa dipenuhi secara merata. Pasalnya bantuan dari berbagai donatur belum terlalu banyak menyentuh ke Lombok Barat. Bantuan kebanyakan terdistribusi ke Lombok Utara. Padahal Lombok Barat kerusakan rumah atau bangunan milik warga akibat gempa cukup banyak. Korban meninggal saja terbanyak kedua setelah Lombok Utara yakni 25 orang.

“Lebih banyak korban meninggal di Lombok Barat ketimbang yang meninggal di Lombok Timur. Untuk itu sesuai petunjuk Bupati agar publikasi korban gempa di Lobar agar lebih masif untuk diviralkan melalui berbagai media termasuk media sosial,” pinta Najib. (07/015)

 

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah