Published On: Wed, Aug 12th, 2015

FPRB Gelar Lokakarya Pengurangan Resiko Bencana

dibaca 547 kali
Share This
Tags

frb

RADIO LOMBOK FM – Perubahan iklim yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia sedikit tidak mempengaruhi pola tanam para petani yang menggantungkan hidup dari bercocok tanam, apalagi Kabupaten Lombok Tengah, dimana mayoritas penduduknya masih menggantungkan hidup dengan bercocok tanam, untuk itulah sangat diperlukan pemahaman serta pengetahuan untuk melakukan penanaman yang berkaitan dengan musim, hal ini disampaikan oleh Armi Susandi ST.MT, Ahli Metreologi dari ITB, pada saat Lokakarya Pengurangan Resiko Bencana di Aula kantor Bapeda, Rabu (12/08/.2015).

Lokakarya yang digelar Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Lombok Tengah tersebut, dihadiri oleh perwakilan SKPD, Ketua Asosiasi Tembakau Lombok Tengah, unsur Kepala Desa serta dari Badan penanggulangan Bencana Daerah Kab. Lombok tengah.

Dihadapan hadirin, Armi Susandi lebih lanjut menyampaikan, hasil kajian pola curah hujan dan pola tanaman lahan kering dikatakannya, sangat perlu dilakukan terutama untuk petani, hal ini disebabkan perlu para petani mengetahui kapan hendaknya mulai bertanam, dengan melihat musim yang sedang terjadi.
Begitu juga dengan perkiraan bencana dan antisipasi kapan persiapan pencegahan dan puncak bencana dapat diketahui sedini mungkin dengan mengetahui serta memahami siklus musim yang terjadi, dikatakannya untuk wilayah Lombok tengah, terutama untuk wilayah di bagian utara potensi hujan turun diperkirakan bulan September, itupun dimulai pada akhir agustus sudah ada hujan kecil dengan intensitas ringan, namun masih berkala,” Jadi untuk melakukan penanaman baiknya bulan September,” jelas Armi.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana lanjut Armi, sangat penting untuk mengetahui cuaca, sebab, biasanya bencana paling banyak terjadi yakni ketika musim hujan, seperti longsor dan banjir, Pun dengan penyakit biasanya seiring dengan hujan turun banyak sekali pasien yang berobat kerumah sakit.
Jikapun melihat yang terjadi di Lombok Tengah imbuhnya, kebanyakan masyarakat sering kali berpedoman dengan penanggalan Suku Sasak, dimana untuk pola tanam sebaiknya dilakukan pada bulan Delapan, Sembilan hingga sepuluh.” Diperlukan koordinasi serta pengetahuan berdasarkan perubahan iklim yang terjadi dengan adanya pemanasan global,”Terangnya|001|0065

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah