Published On: Tue, Feb 7th, 2017

Forkad Lotim Pertanyakan Uang Iuran Daftar Nikah

dibaca 189 kali
Share This
Tags

RADIO LOMBOK FM, Lombok Timur – Forum Kadus (Forkad) Kabupaten Lombok Timur mendatangi kantor Kemenag Lotim, Senin (06/02/2017). Maksud kedatangan mereka (Forkad Red) guna pertanyakan dikemanakan uang iuran yang diserahkan oleh seorang calon pengantin ketika ingin dinikahkan di rumah, sedangkan kalau nikah di kantor KUA maka tidak akan dipungut biaya.m1

Dikesempatan tersebut Forkad ditemui oleh kepala pengadilan agama, dan pihak dari Kemenag.

Ketua Forkad Lotim Huliadi kepada wartawan menyampaikan tidak ada salahnya hal seperti itu diperjelas oleh pemerintah terkait, kemana uang iuran daftar nikah seorang calon pengantin yang sebesar Rp.600 ribu. Sebagai Kepala Dusun pihaknya terus terpojok dengan pertanyaan-pertanyaan itu oleh masyarakat.

‘’Kalau sudah kita dengar sendiri jawabannya maka nanti kita selaku kadus bisa menjawab pertanyaan masyarakat tersebut’’, jelasnya.

Lanjutnya, yang menjadi persoalan baru di pernikahan selain mempertanyakan iuran daftar nikah tersebut yaitu, apabila menikahkan seorang janda dengan pasangan bujang maka tidak bisa dinikahkan oleh wali hakim sebelum memegang akte cerai, padahal di Lotim biasanya kalau sudah suka sama suka maka mereka bisa menikah tanpa ada wali hakim.dan memegang akte cerai tersebut. Dengan begitu maksud kedatangan pihaknya untuk hering dengan pihak terkait agar diperjelas agar masyarakat tidak hanya menyalahkan dari pihak kadus.

Kepala Pengadilan Agama Selong Mesnawi SH, menjawab apa yang menjadi tuntutan Forkad, Bahwa apa bila seorang calon pengantin yang ingin dinikahkan di rumah maka mereka membayar iuran sebanyak Rp.600 ribu, uang yang yang disetorkan tersebut sebanyak 45 persen masuk ke pemerintah dengan perincian untuk membangun semua Masjid dan Musholla yang ada di Lotim, kemudian sisanya diperuntukan bagi biaya admnistrasi dan lain sebagainya.

‘’Jadi iuran yang Rp.600 ribu tersebut tidak ada masuk ke kantong pertugas seperti yang didugakan’’, jawabnya.

Kemudian lanjut dikatakannya mengenai menikahkan pasangan janda dengan lelaki bujang, wali hakim tidak boleh menikahkan sebelum satu dari pasangan calon pengantin tersebut memegang akte cerai, dan kalaupun mereka menikah tanpa sepengetahuan wali hakim secara agama sah-sah saja hanya saja secara pemerintah mereka tidak terdaftar, cetusnya.|002|015|.

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah