Published On: Thu, Feb 18th, 2016

Fauzan, Kota Gerung Harus Terlihat Lebih Hidup

dibaca 930 kali
Share This
Tags

3Lombok Barat, lombokfm.com- Pusat pemerintahan Kabupaten Lombok Barat yang dipusatkan di Gerung, sejak 20 tahun silam dinilai perkembangan dan kemajuannya hingga saat ini belum mencerminkan kawasan sebuah ibukota kabupaten yang sesungguhnya.

“Memang benar perkembangan kota Gerung belum terlihat baru kisaran 2,5 persennya saja. Karena itu ke depan Pemkab. Lobar berupaya untuk menghidupkan ibukota Gerung agar bisa terlihat ciri khasnya sebagai sebuah ibukota kabupaten,” kata Plt. Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid di Gerung, Rabu (17/2), usai apel paripurna bulanan di halaman depan kantor Bupati Lombok Barat Giri Menang, Gerung.

Fauzan Khalid berobsesi agar kota Gerung dalam rentang waktu 2-3 tahun ke depan harus memiliki kemajuan. Selain itu masalah yang disorot mantan Ketua KPU NTB ini, yakni masih banyaknya genangan banjir di sejumlah titik ruas jalan Kota Gerung, jika musim hujan tiba.

Biang keroknya, kata Fauzan, persoalan sampah masih menjadi pemicu terjadinya banjir di Gerung, Pasalnya, kurangnya infrastruktur pembanguan drainase, Mengatasi persolan tersebut, Fauzan meminta semua pihak agar saling bersinergi terutama dengan steacholder yang berkompeten didalamnya serta masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. “Warga gerung masih banyak terlihat membuang sampah disaluran air drainase, jelas terlihat secara kasap mata,”ungkapnya.

Fauzan menekankan, masalah banjir dan sampah menjadi tanggung jawab Dinas Pertamanan dan Tata Kota Lombok Barat. Namun, persolan sampah tidak bisa di limpahkan semuanya ke Dinas. Melainkan melibatkan semua unsur, serta dibutuhkan kesadaran bersama. “Mari kita memulai dari diri sendiri dulu,” katanya mengajak.

Pada tahun 2016 ini Pemkab akan menindak lanjuti pembangunan drainase, yang akan dikerjakan dengan menggandeng pihak dari Balai Wilayah Sungai (BWS) NTB yang ada pada 14 titik di Lombok Barat. Namun ada 8 titik yang akan diprioritaskan pembangunannya. Titik yang menjadi prioritas utama yakni kawasan RSUD Gerung. Kawasan tersebut dianggap menjadi konteks permasalahan terjadinya banjir dan luapan air.

Kepala Dinas PU Lombok Barat, Ir Sakri pada bagian lain menjelaskan,untuk mengakomodir anggaran BWS tahun 2016 diterapkan melalui sejumlah prinsip dasar. Diantaranya, saluran darainase yang dibangun langsung mengarah ke-sungai sesuai ketentuan BWS. 010|037|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah