Published On: Mon, May 2nd, 2016

Dirum : Debet Pasokan Air PDAM Sudah Normal

dibaca 570 kali
RADIO LOMBOK FM, Lombok tengah – Debet pasokan air untuk  Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) di Lombok Tengah saat ini sudah normal kembali. Untuk itu tidak alasan lagi bagi pihak PDAM untuk tidak mengalirkan air kepada para pelanggannya. Demikian disampaikan Direktur Umum (Dirum) PDAM Lombok Tengah, Nursahim, Senin (2/5) 2016 ditemui diruang kerjanya oleh Radio Lombok FM.
SAM_3618
Untuk itu sejauh yang diketahuinya, hingga saat ini tidak ada wilayah atau desa yang air PDAM-nya tidak mengalir. Kecuali diwilayah-wilayah dimana PDAM sedang melakukan pembenahan terhadap jaringan yang sudah rusak karena termakan usia.”Begitu juga seperti di Desa Sukarara beberapa hari terakhir agak macet karena kita sedang berbenah,”Ucapnya.
Saat ini PDAM memastikan pipa-pipa yang ada dan tersambung kerumah-rumah warga sudah terisi penuh. Hanya saja sejumlah pipa ada yang mengalami kebocoran sehingga menghambat air mengalir dengan baik dan lancar.”Itulah yang kita benahi dibeberapa titik yang menyebabkan air tidak lancar mengalir,”Ungkapnya.
Untuk wilayah perkotaan sendiri lanjut Nursahim, sudah banyak pipa lama yang sudah diperbaiki, namun masih banyak yang masih dalam proses perubahan jaringan akibat adanya perubahan kondisi lingkungan disekitar pipa tersebut. “Jadi setiap kali perbaikan selalu disertai dengan kebocoran. Ini beda dengan listrik yang tinggal kita sambungkan saja kabelnya langsung nyala,”Tandasnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, saat ini lanjut Nursahim, pihaknya sedang akan mencoba cara terbaru yakni memperbaiki kebocoran dengan tanpa memutus aliran air ke kran-kran masyarakat. Berbagai persiapan untuk menggunakan alat tersebut sedang dipersipakan termasuk mengenai kebutuhan anggarannya.”Ada temen yang menawarkan hal itu dan kita akan coba,”Katanya.
Anggaran untuk perbaikan pipa setiap bulanya ungkap Nursahim, bisa menyedot dana sekitar Rp.50 Juta perbulan. Dan itu hanya baru sebatas anggaran untuk perbaikan pipa yang bocor dan lainya. Maka dibayangkan bila melakukan peremajaan pipa, akan membutuhkan anggaran lebih besar lagi.”Maka dari itu sejauh ini peremajaan tidak dilakukan kecuali bila sangat diperlukan,”Imbuhnya.
Namun demikian, dengan jumlah pelanggan sekitar 45.000, PDAM mampu meraup keuntugan mencapai Rp.2,3 miliar lebih perbulan dengan jumlah tunggakan mencapai satu hingga 30 persen. Untuk mengatasi tunggakan tersebut maka dilakukan prosedur yang ada salah satunya seperti pencabutan meter air dan pemutusan aliran.”Tapi kita lakukan penagihan intensif kepada para pelanggan,”Pungkasnya.|001|3

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah