Published On: Tue, Jan 6th, 2015

Direktur RSUD Praya Janji Akan Benahi Masalah Kebersihan

dibaca 1,217 kali
Share This
Tags

 

LOMBOK FM – Direktur RSUD Praya Dr Muzakir Langkir meminta kepada seluruh masyarakat Kab Lombok Tegah untuk mengikuti peraturan ketika berkunjung di RSUD. Contohnya mengenai kebersihan dan aturan jam berkunjung.  Selain itu, lanjutnya keluarga pasien  memberikan kepercayaan penuh kepada perawat dan dokter jaga, sehingga tak diperlukan ikut bermalam bersama pasien di lokasi RSUD Praya.”Rumah sakit bukan pasar inpres, bisa tiduran diemperan depan toko. Tapi rumah sakit adalah tempatnya orang sakit yang dirawat agar segera sehat. Bukan tempat orang sehat tiduran dimana-mana,”katanya. Ada efek negative ketika masyarakat yang menunggui pasien ikut bermalam bahkan bermalam dalam jumlah yang ramai, di antaranya resiko tertular penyakit, RSUD kehabisan air, lantaran air rumah sakit dihabiskan pengunjung baik untuk mandi hingga mencuci.”Kenapa sering kehabisan air? Kalau digunakan untuk pasien tidak bakalan habis, ini dihabiskan pengunjung baik untuk mandi sampai mencuci. Yang ditakutkan ketika air habis ternyata pasien pada pasien yang sedang butuh air, siapa yang rugi?, belum lagi rumah sakit harus keluar biaya belasan juta sebulan untuk bayar air, dan listrik,”katanya. Mengenai aturan lainnya seperti merokok dan kebersihan dilokasi rumah sakit, kata Dr Muzakir Langkir pihaknya sudah banyak memasang larangan tanda merokok ataupun buang sampah pada tempatnya. Hingga seluruh jajaran rumah sakit diminta untuk menegur langsung warga yang tak peduli aturan.  Pelayanan prima dan fasilitas yang nyaman dan memadai tentunya menjadi dambaan masyarakat ketika berobat ke rumah sakit Praya. Tidak hanya fasilitas yang kurang, lingkungan yang terkesan kotor lantaran banyak terdapat timbunan sampahpun menjadi problema yang harus segera dicarikan solusi. Belum lagi banyaknya keluarga pasien yang berkemah. Hal tersebut pula yang dituding turut andil dalam penciptaan sampah hingga berceceran. Akan tetapi, tidak ada pihak yang perlu disalahkan, karena hal tersebut merupakan tanggungjawab semua elemen, baik pemerintah, rumah sakit, dan tentunya masyarakat. Pihaknya berani memaparkan potret keadaan RSUD Praya seperti pada kenyataannya guna mencegah pelayanan dan kondisi rumah sakit jalan ditempat. “Kalau tidak begitu nanti RSUD Praya akan tetap dalam status quo (tetap),” ujarnya. Dikatakan, RSUD Praya sebenarnya sudah mempunyai peraturan yang mengatur jam besuk, kebersihan dan keamanan. Akan tetapi, pihaknya mengaku jika kekurangan terletak pada penegakan. “Oleh karenanya, mulai 2015 nanti kami akan benar-benar menegakan aturan tersebut. Jam besuk akan kami atur sedemikian rupa dengan bekerjasama dengan pihak keamanan. Hal ini juga untuk mencegah pengunjung pasien yang terlalu banyak, yang biasanya menimbulkan masalah kebersihan,” terangnya. Pihaknya telah menerapkan peraturan agar semua pegawai rumah sakit diwajibkan andil dalam menjaga kebersihan. “Selama dalam jangkauanya, jika ada sampah pegawai baik siapapun itu wajib mengambilnya. Hal tersebut juga berlaku untuk menjaga rumahsakit sebagai kawasan bebas merokok, kecuali zona tertentu. Jadi kalau ada yang merokok di sembarang tempat, rokoknya bisa diminta dengan halus,” ujarnya. Bupati HM Suhaili FT mendukung program tersebut. “Semoga program tersebut bisa terwujud, agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih baik. Semua elemen harus turut berpartisipasi lantaran dalam hal ini tidak ada yang bisa disalahkan jika muncul permasalah kebersihan, “ Singkat Bupati. |004.008

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah